Sabtu, 11 Februari 2023

Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

 



Nama                            : Musdalifah, S.Pd.I

Tema                            : Langkah Menyusun Buku secara Sistematis

Hari /Tanggal               : Jumat, 10 Februari 2023

Pertemuan                    : 15

Gelombang                   : 28

Narasumber                  : Yulius Roma Patandean, S.PD

 Moderator                    : Arofiah Afifi 


Assalamualaikum wr.wb, salam sejahtera untuk kita semua. Insan literasi nusantara.

kita telah memasuki putaran ke 15. Tersisa 15 pertemuan selanjutnya. 

Artinya, gerbang buku solo karya para pegiat KBMN sudah menanti. Yess semangaaaat

"Saat-saat yang paling menakutkan dalam menulis adalah tepat ketika kamu belum memulainya."

(Stephen King) "Jika ditanya, 'Bagaimana kamu menulis? Saya akan menjawab, satu demi satu kata.'  (Stefen King)

Tulis dan rangkai lah kata demi kata, kalimat demi kalimat hingga membentuk suatu kisah  panjang yang disebut suatu karya. Mulailah menulis dengan perlahan-lahan dan yakinlah karyamu akan berhasil.

Untuk mendukung karya tulis kita, agar tercipta karaya sebuah buku mari kita simak bersama materi kita malam ini.

Kembali lagi hadir 

Arofiah Afifi yang lebih dikenal dengan Ovi. Akan mengawal dan mendampingi narasumber kita malam ini

Malam yang penuh berkah, semangat dan kecerian. Jumat malam. Selama kurang lebih 2 jam kedepan. Narasumber keren akan menabur ilmunya pada kelas istimewa ini.  Sebelum kita mulai kelas Seperti biasa kelas dibagi 4 Sesi.Sesi  pembukaan  dari moderator Sesi paparan materi Sesi tanya jawab Dan terakhir sesi penutup. Materi kita kali ini bertema  "Langkah menyusun buku secara sistematis" hal ini berkaitan dengan  niat mulia kita yang ingin  menerbitkan buku. Sebelum membahas tentang langkah menyusun buku. 

Apa sih pentingnya kita menulis buku ? 

Nah saya merangkum sedikit manfaat menulis buku:   Salah satu sarana untuk memberikan apresiasi pada diri sendiri atas hasil karya yang telah selesai dibuat. Artinya kita pantas menghargai diri kita sendiri. Sebagai personal branding, sehingga memberi motivasi diri untuk lebih berkarya. Juga memberi manfaat kepada orang banyak.

Juga memberi manfaat kepada orang banyak. Sebagai bukti sejarah bawa kita pernah hidup di dunia ini Sehingga kita akan semakin sungguh-sungguh dengan membuat dan menyusun buku secara sistematis. Nah sedikit saya beri bocoran tentang profil narasumber kita malam ini. Seorang penulis terkenal sistematis dan hebat 👍Bapak Yulius Roma Patandean, S.PD Adalah   sebagai penulis dan editor profesional, dengan menyandang kelulusan ujian sertifikasi lewat skema Sertifikasi Penulisan Buku Non Fiksi. beliau ini  lahir di Salubarani, Tana Toraja, 6 Juli 1984. ( waah masih muda ya), menyelesaikan jenjang  S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007). melanjutkan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja. Beliau merupakan guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja sejak tahun 2015 pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia.

Prestasi yang pernah diraihnya adalah guru berprestasi jenjang SMA Kabupaten Tana Toraja tahun 2016, pemenang ketiga lomba kreatifitas guru tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017, meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu pada ajang Gurulympics PGRI tahun 2020

Yulius Roma Patandean, S.Pd., M.Pd. lahir di Salubarani, Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, 6 Juli 1984. Menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) dan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja (2019-2021). 

Tahun 2007-2015 mengajar di SMAN 9 Tana Toraja. Tahun 2009 menjadi guru PNS dan mengajar di SMAN 3 Tana Toraja hingga tahun 2015. Tahun 2015-sekarang sebagai guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia. 

Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu Gurulympics PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. Pemenang Kedua Lomba Video Best Practice Mengajar Dari Rumah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021. Memperoleh penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan sebagai Guru Berprestasi Tingkat SMA tahun 2022.

pengalaman tahun 2020. Buku pertama yang beliau terbitkan adalah buku solo berjudul Guru Menulis Guru Berkarya Kontennya adalah materi-materi yang disampaikan para narasumber di Grup WA. Beberapa pertemuan di grup belajar menulis, akhirnya ketemulah beliau dengan tokoh pendidikan dan teknologi yang membuka wawasan tentang menulis, adalah bapak Prof. Richardus Eko Indrajit. Dalam materinya,  menantang peserta untuk menulis dalam waktu satu minggu.

Dan hasil dari tantangan menulis satu minggu itu adalah buku ini. Bukunya bisa diperoleh di berbagai toko online. Judulnya *Digital Transformation



Menulis Buku Secara Sistematis pengalaman itu yang akan di bagikan. Sebenarnya, ada aplikasi yang bisa digunakan agar tulisan naskah buku itu  bisa "sistematis". Ada Zotero dan Mendeley yang populer di kalangan mahasiswa dan akademisi. Dan meyakini teman-teman guru hebat yang ada di grup KBMN-28 ini sudah pernah menggunakan aplikasi tersebut.

Jika masih ragu-ragu, maka COBAlah. Menulis, menyusun dan mengedit naskah buku tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa semata tanpa ada per COBA an. Dengan mencoba, maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba. 

Percobaan mendorong teman-teman untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. Pertanyaannya, apakah sekedar selesai mencoba atau mau melanjutkan? Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, biarkan mengalir bersama jari-jari mungil teman-teman. Melakukan proses lebih dalam menulis membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan saya tulis, susun dan terbitkan.

Ketika Menulis harus menjadi sebuah budaya. Maka, BUDAYAKAN!  bersama dengan praktek menyusun dan mengedit naskah. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya.

KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis, menyusun dan mengedit naskah yang selama ini saya lakukan. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam mempraktekkannya. Dan disimpulkan *CLBK



Contoh judul buku Solo pertama beliau, kontennya dari artikel di program belajar menulis. Di sistematiskan menggunakan Ms. Word.



Menulis di blog sebenarnya bebas, tinggal mengikuti tools yang ada di template sehingga lebih teratur dan menarik untuk dibaca. metode menulis buku sedikit berbeda dengan menulis di blog. Uniknya, naskah di blog, bisa dijadikan naskah buku dan naskah buku bisa dijadikan resensi di blog.

1. membukukan tulisan dari blog apa nanti tidak termasuk plagiat meski dari blog pribadi??

tentu tidak. Cantumkan tautan/link tulisan dari blog.

2. Bagaimana triknya agar bisa menulis cepat seminggu menjadi buku.?

Konsisten dan luangkan waktu, gabungkan referensi dari pengalaman pribadi dengan referensi dari sumber lain seperti internet, surat kabar, youtube dll. 


Semoga bermanfaat, salam literasi terimakasih🙏🙏


Kamis, 09 Februari 2023

Konsep Buku Nonfiksi

 

Assalamualaikum wr, wb

Bismillahi rohmanirrohim

Alhamdulillah, akhirnya saya juga bisa  sampai ke resume pertemuan yang ke 14 dari 30 pertemuan semoga dipertemuan terakhir saya sudah bisa menghasilkan buku solo. Aamiin.

Malam ini narasumber kita Ibu Musiin, M.Pd. yang cantik biasa dipanggil bu IIn akan membagikan ilmu yang dimilikinya dengan tema Konsep Buku Nonfiksi, dipandu oleh moderator cantik pula ibu Yandri Novita Sari, S.Pd.




Bu Iin adalah seorang guru Bahasa Inggris multitalenta di SMPN 1 Tarokan Kediri juga merupakan  lulusan KBMN gelombang 8 yang sudah menulis buku “Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda Melalui Literasi” duet dengan Prof Eko Indrajit. Selain menjadi guru dan penulis, beliau juga Founder Organisasi Swadaya Masyarakat YAPSI dan juga Founder PT In Jaya. Selain itu beliau juga berhasil menempuh Short Course di SEAMEO RELC di Singapura pada tahun 2015.

Pertemuan malam ini sedikit berbeda karena sebelum ke materi kita diminta mengisi folling apakah sudah atau belum menerbitkan buku nonfiksi. Sudah pasti jawaban saya belum. Beliau memiliki motivasi yang berusaha ditularkan kepada peserta.

Bu Iin menyampaikan  bahwa tulisan fiksi  adalah tulisan bersifat objektif dan berbasis data dan fakta dengan menggunakan Bahasa denotative (apa adanya, sebenarnya). Dimana jenis-jenis tulisan nonfiksi itu adalah

  1.  Biografi
  2.  Esai
  3.  Makalah
  4.  Artikel
  5.  Karya tulis ilmiah
  6.  Buku nonfiksi

Mengutip dari kata-kata Prof Rhenaldi Kasali tidak ada yang tidak mungkin sejalan dengan nasihat Om Jay Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Narsum juga menyampaikan jangan takut untuk menulis, jangan takut salah menyampaikan pendapat melalui tulisan, dan jangan merasa bahwa karya orang lain lebih bagus dari karya kita. Karena ketakutan-ketakutan tersebut hanya akan merendahkan potensi kita untuk menulis. Jadi buang ketakutan yang tidak berdasar tersebut.

Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1.   Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit).  Contoh: Buku Pelajaran

2.    Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses. Contoh: Buku Panduan

3.   Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara). Pola yang dipakai beliau dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara.

Langkah-langkah menulis buku nonfiksi yang disampaikan bu Iin adalah
1.  Pratulis
2.  Menulis Draf
3.  Merevisi Draf
4.  Menyunting Naskah
5.  Menerbitkan

Lebih jelasnya beliau memaparkan
1.      1. Pratulis merupakan langkah untuk
 
       1. Menentukan tema
       2. Menemukan ide
       3. Merencanakan jenis tulisan
       4. Mengumpulkan bahan tulisan
       5. Bertukar pikiran
       6. Menyusun daftar
       7. Meriset
       8. Membuat Mind Mapping
       9. Menyusun kerangka

        Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dan lain-lain.

        Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 

  • Pengalaman pribadi
  • Pengalaman orang lain
  • Berita di media massa
  • Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
  • Imajinasi
  • Mengamati lingkungan
  • Perenungan
  • Membaca buku
  • Survey
  • Wawancara

        Artinya, kita tidak akan bisa menulis dengan bagus, jika kita tidak pernah membaca dan                mengupdate pengetahuan kita.

2.      2.  Menulis draf

a.               a. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas

b.              b. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

Untuk menulis draf referensi bisa diambil dari

·         literasi di internet; 

·         Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

·         Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;

·         Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;

·         Penemuan yang telah didapatkan.

·         Pemikiran yang telah direnungkan

Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, beliau mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be

            Berikut ini adalah contoh anatomi buku nonfiksi

1.   Halaman Judul

2.   Halaman Persembahan (OPSIONAL)

3.   Halaman Daftar Isi

4.   Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

5.   Halaman Prakata

6.   Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

7.   Bagian /Bab

8.   Halaman Lampiran (OPSIONAL)

9.   Halaman Glosarium

10. Halaman Daftar Pustaka

11. Halaman Indeks

12. Halaman Tentang Penulis 

3.      3. Merevisi draf dengan merevisi sistematika/struktru tulisan dan penyajian serta memeriksa gambaran       besar dari naskah.

4.      4. Menyunting naskah dengan memerhatikan ejaan, tata Bahasa, diksi, data dan fakta, legalitas dan norma yang harus sedusi dengan KBBI dan PUEBI

5.      5. Menerbitkan

Untuk mengetahui suatu topik menarik atau tidak, bisa mengecek di Google Trends.

Satu hal yang harus diingat adalah semakin lengkap data pendukung dan dari sumber terpercaya, maka semakin bagus kualitas tulisan. Dalam mengutip selalu sertakan sumbernya. Aplikasi untuk mengecek level plagiat banyak sekali, salah satunya plagiarisme checker bisa memasukkan file , dan akan muncul level plagiat di link berikut https://www.easybib.com/grammar-and-plagiarism/plagiarism-checker/

Di akhir pertemuan kembali bu Iin meminta peserta menuliskan rencana tindak lanjut tinggl klik tanda + di kanan bawah pada link yang diberikan.

Terima kasih kepada Bu Iin yang sudah memberikan ilmu yang bermanfaat semoga sehat selalu, juga terima kasih kepada moderator yang sudah memandu acara hingga selesai. Tak lupa pula ucapan terima kasih kepada tim solid KBMN 28 yang memfasilitasi pertemuan malam ini.

Salam bahagia dan semangat literasi.


Proofreading sebelum menerbitkan tulisan

 

Nama                            : Musdalifah, S.Pd.I

Tema                            : Proofreading sebelum menerbitkan tulisan

Hari /Tanggal               : Jumat, 03 Februari 2023

Pertemuan                    : 12

Gelombang                   : 28

Narasumber                  : Susanto, S.Pd

Moderator                     : Helwiyah, S.Pd., M.M


Assalamualaikum....Salam bahagia dan semangat selalu bapak/ibu.

Moderator memberi membuka dengan pertanyaan "Pernah Membaca tulisan yang salah ejaan dan typo pengetikan ? Bagaimana rasanya?" Jika kita di posisi penulisnya , apa yang harus dilakukan sebelum  tulisan dipublish?

Judul materi malam ini adalah "Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan"

Setiap menulis hendaknya tulisan diendapkan, 'dibiarkan' dahulu. Agar Setelah tulisan 'jadi' kita dapat membacanya lagi nanti agar kita tahu apakah ada kesalahan ketik, tanda baca, dan sebagainya. langkah selanjutnya adalah melakukan swasunting atau padanannya barangkali 'self editing'

Narasumber menyampaikan pada audiensi perubahan kaidah, yaitu pengkhususan penulisan bentuk terikat maha- untuk kata yang berkaitan dengan Tuhan. Pada ejaan sebelumnya, aturan penulisan kata terikat maha- ada yang dipisah dan digabung sesuai syarat dan ketentuannya. Sementara pada EYD edisi V, aturan penulisan kata terikat maha- dengan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan, semua ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan. Contohnya: Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Pengampun. Untuk aturan penggunaan tanda baca, sepertinya tidak ada perubahan.

Di buku yang ditulis adalah Editor, bukan proofreader. Proofreading adalah proses peninjauan kembali sebuah teks dilihat dari aspek kebahasaan dan penulisannya. Tujuannya adalah guna mengecek kembali bahwa teks atau esai yang akan diserahkan sudah bebas dari kesalahan pengetikan (typo), kesalahan ejaan, kesalahan grammar, atau kesalaha-kesalahan mendasar lainnya.

Sementara editing, orangnya disebut editor, memeriksa lebih dari itu. Untuk penerbit Mayor, Editor menyesuaikan dengan misi perusahaan penerbitan, standar tulisan. Proofreader  melakukan uji baca kembali. Mengutip laman uptbahasa.untan.ac.id, dibeberapa jurnal, mereka mewajibkan para penulis untuk mem-proofread artikel mereka terlebih dahulu sebelum dikirim ke editor

Salah satu "tugas" Proofreading adalah memastikan tulisan itu "bisa diterima logika dan dipahami". Permasalahannya, jika kita melakukan proofreading atas tulisan kita sendiri, pastinya kita merasa semua sudah logis dan dapat difahami. Untuk menyiasati permasalahan ini jika kita melakukan proofreading atas tulisan kita sendiri, pastinya kita merasa semua sudah logis dan dapat difahami. Hal itu tidak akan terjadi, jika tulisan di-ENDAPKAN dahulu.  Jika cara itu juga kita merasa seperti itu (semoga bukan karena egois ya he he he, berikan kepada orang lain, meminta orang lain untuk membaca). Analoginya, pemain bola akan fokus dan merasa sudah benar menggiring serta menendang ke arah yang benar.

Proffreading ini sesuatu tahapan wajib setelah kita melalui tahap editorial. Kita menulis laptop menggunakan keyboard, di tablet atau hape pun menggunakan keyboard. Mungkin KBBI-nya tepat akan tetapi, karena tanpa sengaja tombol tertentu, misalnya spasi, ikut tersentuh, melompat satu huruf dong. JANGAN SEKALI-KALI MELAKUKAN PROOFREADING KETIKA TUILISAN BELUM SELESAI ATAU BELUM JADI HINGGA PARAGRAF TERAKHIR.

Selain typo adakah ciri-ciri lain kalimat tidak efektif sehingga tulisan kita tidak renyah dibaca. Ciri lainnya pedomani EYD untk penggunaan tandta baca dan tentu saja kosa kata, kalimatnya muter-muter dengan kosa kata yang itu-itu saja, membuat kalimat juga tidak efektif.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya sendiri,  juga anda pembaca yang berkenan mampir dan memberikan saran


Wawww mari berpantun Ria.....

 


Nama            : Musdalifah, S.Pd.I

Tema            : Kaidah Pantun

Hari/Tanggal: Senin/ 06-02-2023

Peretemuan   : 13

Gelombang  : 28

Narasumber : Miftahul Hadi, S.Pd

Moderator    : Dail Ma'ruf, M.Pd


Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatu.....

Alhamdulillah malam ini, kembali tuts.....tuts bersua dengan narasumber luar biasa dengan karya-karyanya.




APA ITU PANTUN?

Pantun termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi (Yunos, 1966; Bakar 2020).

Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata "Pan" yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata "Tun" yang merujuk pada sifat santun. Kata "Tun" dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019)

Tuntun (Pampanga): teratur, Tonton (Tagalog): mengucapkan sesuatu dengan susunan yang teratur, Tuntun (Jawa Kuno): benang, Atuntun: teratur, Matuntun: pemimpin, Panton (Bisaya): mendidik, Pantun (Toba); kesopanan atau kehormatan (Hussain, 2019)

Pantun berasal dari akar kata "Tun" yang bermakna "baris" atau "deret" Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai "Panutun", oleh masyarakat Riau disebut dengan "Tunjuk Ajar" yang berkaitan dengan etika (Mu'jizah, 2019)

CIRI-CIRI PANTUN

-Satu bait terdiri atas empat baris
-Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata
-Satu baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata 
-Bersajak a-b-a-b
-Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang
-Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud

PERSAJAKAN DAN RIMA DALAM PANTUN
1. Rima akhir
Pohon nangka dililit benalu,
Benalu runtuhkan batu bata,
Mari kita waspada selalu,
Virus corona di sekitar kita.

2. Rima tengah dan akhir
Susun sejajar bungalah bakung,
Terbang menepi si burung elang,
Merdeka belajar marilah dukung,
Wujud mimpi Indonesia cemerlang.

3. Rima awal, tengah dan akhir
Jangan dipetik si daun sirih,
Jika tidak dengan gagangnya,
Jangan diusik orang berkasih,
Jika tidak dengan sayangnya.

4. Rima lengkap
Bagai patah tak tumbuh lagi,
Rebah sudah selasih di taman,
Bagai sudah tak suluh lagi,
Patah sudah kasih idaman.

JENIS-JENIS PANTUN

Ada beragam jenis pantun yang dapat dikategorikan dalam berbagai kelompok, mulai dari pantun anak-anak hingga pantun orang tua. Ada pantun bersukacita hingga berdukacita. 

1. Jenis pantun anak-anak, terdiri dari: pantun bersukacita, pantun berdukacita

2. Jenis pantun orang muda, terdiri dari: pantun jenaka, pantun dagang atau nasib, dan pantun muda (pantun berkenalan, berkasih-kasihan, berceraian, beriba hati)

3. Jenis pantun orang tua, terdiri dari: pantun nasihat, pantun adat, pantun agama

CARA MUDAH MEMBUAT PANTUN

Kita  dapat membuat pantun dengan mudah ketika telah memahami cara membuat pantun yang baik dan benar yaitu :
1. Memahami kaidah/ciri pantun
2. Menguasai perbendaharaan kata
3. Menulis isi pantun terlebih dahulu (baris ketiga dan keempat) yang selaras dengan tema pantun
4. Membuat kalimat sampiran (baris pertama dan kedua)
5. Menyusun/menggabungkan bagian sampiran dan isi menjadi pantun

KEGUNAAN PANTUN
Untuk menyatakan perasaan, komunikasi sehari-hari, sambutan dalam pidato, perkenalan, berceramah atau dakwah, dan lain-lain

PERAN PANTUN 
Pantun memiliki peran dalam memelihara bahasa, menjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir.
Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.
Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat.
Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata.
Secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.


Jalan-jalan kepasar kaget

jangan lupa membeli sayuran

sampai jumpa dilain kesempatan

bersama narasumber hebat.

Terimakasih.........

Mari Mencoba Mengelola Majalah Sekolah



Nama                            : Musdalifah, S.Pd.I

Tema                            : Mengelolah Majalah Sekolah

Hari /Tanggal               : Rabu, 01 Februari 2023

Pertemuan                    : 11

Gelombang                   : 28

Narasumber                  : Widya Sitianingsi, S.Ag

Moderator                     : Mutmainah, M.Pd



Assalamualaikum

Majalah merupakan kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan sebagainya, yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran kuarto atau folio dan dijilid dalam bentuk buku. Majalah diterbitkan secara berkala, seperti seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali.

Sebuah lembaga kerap menggunakan majalah sebagai media untuk mempublikasi banyak hal tentang lembaga itu sendiri. Bagi sebuah lembaga, majalah memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai media belajar organisasi, media komunikasi, media promosi (dengan adanya iklan produk yang termuat di dalamnya), sebagai media penyaluran bakat dalam bidang penulisan.

Tidak terkecuali sekolah, keberadaan media ini sangatlah penting. Majalah di sekolah atau majalah sekolah dapat difungsikan sebagai media untuk menampung karya siswa, sebagai media komunikasi, sumber informasi, sarana edukasi, dan ruang untuk berekspresi secara kreatif. 

Sebagai sebuah kerja tim, majalah sekolah berfungsi sebagai instrumen untuk menumbuhkan semangat kerja sama, sikap saling menghargai, dan sikap disiplin. 

Kerja tim mengandaikan kehidupan beroganisasi. Keterlibatan siswa dalam mengelaola majalah sekolah, akan memberikan pengalaman berorganisasi. Siswa akan memahami tugas-tugas yang diemban masing-masing pengurus di dalam sebuah tim redaksi. Sebuah bekal yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan masa depan. 

Pengelolaan majalah sekolah secara serius atau profesional sangat memungkinkan dijadikan sebagai sarana publikasi sekolah secara berkala, lebih luas, dan efektif. Tak hanya bermanfaat bagi sekolah, para penulis yaitu guru maupun peserta didik juga akan lebih dikenal dengan menulis di sebuah majalah sekolah.   

Sekolah sebagai lembaga formal, dapat memanfaatkan majalah sebagai media komunikasi, promosi, dan sosialisasi kepada orang tua, masyarakat, pemerintah dan stake holder lainnya. 

Pembuatan majalah sekolah kerapkali dihadapkan pada hambatan-hambatan mental seperti, adanya perasaan ketidakmampuan membuat majalah sendiri, sumber daya manusia yang kurang, kurangnya biaya, dan dukungan dari sekolah kurang optimal. Di sinilah pentingnya membangun cara berfikir berkembang (growth mindset). Keinginan yang kuat, komitmen, kemauan untuk melakukan perubahan, kerja keras, dan semangat.

Didalam majalah sekolah dapat juga menyajikan laporan seputar kegiatan  di kelas, praktik baik di kelas dan juga  kegiatan sosialisasi modul literasi ,nuumerasi , sosialisasi E-Rapor dan bantuan.

Apa saja yang dapat dimuat pada majalah sekolah

Banyak hal yang dapat dimuat pada majalah sekolah. Redaktur dapat mulai dengan menayangkan karya siswa bisa berupa puisi, cerpen, dan karya kerajinan siswa. Atau dapat juga dengan menayangkan aktivitas-aktivitas siswa yang menarik. Keberadaan siswa di halaman majalah sekolah akan memberikan kesan yang berbeda kepada mereka.

Guru juga seharusnya terlibat secara maksimal pada majalah sekolah. Setiap guru dapat memberikan kontribusi melalui tulisan-tulisan sederhana yang memberikan informasi yang menarik bagi pembaca. Tidak hanya tulisan tetapi juga berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan kegiatan belajar yang menyenangkan.

Majalah sekolah juga dapat dilengkapi dengan tantangan untuk pembaca melalui, kuiz berhadiah, TTS, tebak gambar. 

Bagaimana proses penerbitan majalah sekolah?

Untuk membuat dan menerbitkan majalah sekolah perlu perencanaan dan persiapan yang matang. Persiapan itu mencakup hal-hal sebagai berikut
Dalam pertemuan ini narasumber juga menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh untuk menerbitkan majalah sekolah.
  • Menyatukan ide dan gagasan. 
Pada tahap ini diperlukan anggota tim yang memiliki jiwa literasi dan organisasi yang akan menjadi bagian dari pengurus atau tim redaksi majalah. Secara umum tim redaksi terdiri dari, pemimpin redaksi, sekretaris redaksi, bendahara redaksi, editor, koordinator liputan, koordinator non liputan, reporter, ilustrator, dan penata letak (lay-outer).
B. Membuat rancangan majalah
Rancangan majalah terdiri dari nama majalah, isi berita, pendanaan, dan lain sebagainya.
  • Menentukan rubrik majalah 
Rubrik tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan majalah. Beberapa rubrik tertentu juga bisa ditampilkan sebagai ciri khas dari majalah. Beberapa rubrik untuk majalah sekolah di antaranya.
  1. Laporan utama atau fokus utama.
  2. Berita tentang kegiatan-kegiatan di sekolah.
  3. Artikel atau kolom (bisa diisi oleh guru dengan tema bebas atau bisa sesuai dengan fokus utama maupun tema lainnya).
  4. Wawancara. Misalnya wawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan terkait persiapan Ujian Nasional (UN).
  5. Profil tokoh inspiratif (bisa diisi dengan guru atau peserta didik yang berprestasi di sekolah. Siapa pun yang bisa menjadi inspirasi dapat ditampilkan di rubrik ini).
  6. Fiksi berupa cerita pendek dan puisi. Rubrik ini memberi kesempatan yang luas bagi para peserta didik untuk unjuk karya.
  7. Dan juga rubrik-rubrik yang lain, seperti: komik atau gambar seri, resensi buku, pojok sains, english corner, klinik matematika, tips atau kiat, dan teka-teki atau kuis.
  • Menentukan dead line
Deadline merupakan tenggat atau batas waktu, terdiri dari batas waktu pengumpulan naskah, target selesai editing, maupun selesai proses tata letak dan cetak.
  • Mengajukan dan membuat proposal 
Proposal majalah sama dengan proposal secara umum, meliputi, latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana, dan sebagainya.
  • Mencari rekanan pendukung.
Rekanan pendukung yang dimaksud adalah, percetakan, sponsor, atau mitra lain yang dapat memberikan kontribusi kepada majalah.
  • Melakukan sosialisasi 
Sosialisasi merupakan hal penting. Kegiatan ini menyangkut pemberian pemahaman bahwa majalah sekolah merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan. Sosialisasi dapat dilakukan kepada orang tua siswa, masyarakat sekitar, atau komponen terkait.

Perbedaan  Majalah, Tabloid, dan Buletin

Majalah
  • Ukuran umumnya A4, Letter dan B5 atau F4
  • Kertas yang digunakan lebih halus dan tebal (art paper/art carton)
  • Memuat artikel yang berisi topik popular bagi masyarakat umum
Tabloid
  • Ukuran kertas umumnya A3
  • Kertas yang dipakai lebih kasar dan tipis (kertas koran)
  • Cenderung mengangkat artikel tentang gosip, astrologi, berita kriminal dan olahraga
Buletin
  • Ukuran kertas umumnya F4, A5 atau A4
  • Kertas yang digunakan lebih halus (art paper)
  • Memuat artikel yang berisi topik kejadian popular
Tahapan Penerbitan Majalah ber-ISBN 
  1. Mengisi formulir surat pernyataan disertai dengan stempel penerbit dengan menunjukkan bukti legalitas penerbit atau lembaga yang bertanggung jawab (akta notaris)
  2. Membuat surat permohonan atas nama penerbit (berstempel) untuk buku yang akan diterbitkan
  3. Mengirimkan atau melampirkan fotokopi  karya kita. Biaya sekitar 300 ribu jika mengajukan sendiri. Tetapi jika oleh penerbit, dapat lebih murah.
Kita berharap dengan majalah sekolah bisa menjadi jendela informasi sekaligus sumber inspirasi dan praktik baik untuk meningkatkan kualitas sekolah yang melibatkan orang tua, guru, sekolah dan pegiat pendidikan lain untuk urun rembuk, memberi masukan atau bahkan kritik sara demi peningkatan kualitas pendidikan.


TERIMA KASIH

Bahagia Menulis" Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset Yogyakarta"

 Resume Pertemuan ke- 20 KBMN PGRI Gelombang 32 Materi                          : Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset ...