Minggu, 02 Maret 2025

Bahagia Menulis " Teknik Writing By Heart"

Resume ke 14

KBMN PGRI Gelombang 32



Materi                         : Writing By Heart

Pertemuan                : 14

Narasumber              : Mutmainah, M.Pd

Moderator                  : Widya Arema

Penulis                      : Musdalifah, S.Pd.I


Jumat, 21 Februari 2025

Pertemuan ke 14 Kelas Menulis hadir seorang narasumber inspiratif, Mutmainah, M.Pd, seorang kepala madrasah yang memiliki hobi menulis dan telah menerbitkan banyak karya, baik dalam bentuk buku solo maupun antologi. Pengalaman dan prestasinya sebagai penulis terbaik 2023 dalam nominasi The Best Author versi KBMN menjadi bukti bahwa menulis dengan hati dapat membawa dampak besar.

Ibu Narasmber Mutmainah menegaskan bahwa menulis adalah tentang pemahaman diri sebelum memahami orang lain. "Penulis yang punya rasa akan menjadi sensitif dan mampu menangkap banyak hal. Efeknya, tulisannya akan menjadi lebih dalam dan bermakna bagi pembaca."


Tulisan yang lahir dari hati akan menemukan jalannya ke hati yang lain."

BAAAM! Dari jarak sepuluh kilometer, melesat keluar dari dalam lautan seekor ikan raksasa-setidaknya bentuknya masih mirip ikan. Masih jauh, tapi sudah terihat besar sekali, lebih besar dibanding gurita yang mengejar kami beberapa hari lalu. Ikan ini memiliki enam tanduk, ekornya panjang dengan sirip-sirip melengkung bagai surai. Kulitnya berwarna kuning keemasan, memantulkan cahaya matahari. Aku mengeluh, tidakkah urusan ini  bisa lebih mudah? Kami bertiga masih dalam kondisi terikat, tidak bisa meloloskan diri, tidak bisa bergerak, ditambah lagi ikan raksasa ini.

            “BAAAM!Lima belas detik terbang di udara, ikan raksasa itu berdebam kembali memasuki lautan, membuat ombak tinggi, bagai gelombang tsunami puluhan meter. Hitungan detik, gelombang itu tiba, kapal kami yang terikat jangkar, terbanting kesana-kemari. Hanya karena jaring perak mengunci tubuh kami ke lantai kapal, kami tidak terlempar ke lautan. Tapi itu tetap tidak bisa melindungi dari lidah ombak, yang segera membuat kami basah kuyup. 

(Tere Liye dalam Komet Minor)


Apa itu Writing by Hearth? 


Sejatinya menulis adalah ketrampilan tertinggi setelah membaca dan berbicara. 

Menulis dengan hati artinya jadikan hati sebagai inspirasi saat menulis. Jadikan hati sebagai sumber untuk mengolah ide dan inspirasi yang disampaikan melalui tulisan. 

Otak dan pikiran hanyalah alat dari proses menulis yang bersumber dari hati tersebut.


Menulis adalah cara untuk mendokumentasikan kehidupan. Seperti yang dikatakan oleh Widya Arema, salah satu mentor di KBMN 32, "Menulis sejatinya adalah membuat sejarah, bahwa kita pernah hadir di bumi ini." Dengan menulis, kita membangun warisan yang akan dikenang.

Teknik Menulis dengan Hati

  1. Libatkan Emosi Tulislah dengan perasaan yang jujur. Jika sedang bahagia, biarkan kebahagiaan itu mengalir dalam kata-kata. Jika sedang sedih, biarkan kepedihan itu terasa di setiap paragraf.
  2. Gunakan Panca Indera Biarkan pembaca ikut merasakan suasana dalam tulisan Anda. Deskripsikan suasana dengan detail, gunakan indra penglihatan, penciuman, pendengaran, dan perasaan untuk memperkaya narasi.
  3. Tulis Sesuatu yang Disukai Menulis sesuatu yang disukai akan membuat tulisan lebih mengalir dan penuh semangat. Sebaliknya, jika menulis dengan paksaan, tulisan akan terasa hambar dan tanpa nyawa.
  4. Jangan Mengharap Pujian Menulis dengan tujuan mendapatkan pujian akan membuat tulisan kehilangan esensinya. Niatkan menulis sebagai bentuk ekspresi dan ibadah untuk berbagi manfaat dengan orang lain.
  5. Kenali Pembaca (Who) dan Tujuan Tulisan (Do) Sebelum menulis, kenali siapa yang akan membaca tulisan Anda. Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan target pembaca agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik.
  6. Perbanyak Membaca Membaca adalah bahan bakar bagi seorang penulis. Semakin banyak membaca, semakin kaya akan ide, kosakata, dan referensi dalam menulis.
  7. Jujur Mulutmu bisa berbohong tapi tulisanmu tidak. Kata orang apa yang tertulis tak mampu berbohong bahwa tulisan adalah isi hati penulis, saat matamu bisa berbohong maka tulisanmu tidak, artinya tulisan kita adalah gambaran dari kita.
  8. Konsisten Kata ini sangat mudah dikatakan tapi susah dilakukan. Ibarat berjalan selalu ada karang  yang menghadang Angin badai menerpa, meruntuhkan kesadaran. Tapi yakinlah itu semua hanya kerikil tajam sandungan akan memperkokoh genggaman tangan dalam satu TUJUAN yakni menjadi penulis. 
MANFAAT MENULIS dengan HATI 

1. Lebih menyentuh pembaca

Tulisan yang dihasilkan dari luapan emosi, akan lebih menggugah pembaca. Sebaliknya tulisan yang datar, akan terasa membosankan.

Saat menulis, Anda tidak hanya memproduksi kata-kata, namun Anda tengah memproduksi rasa. Maka hadirkan perasaan dan emosi positif saat menulis. Instal dalam diri Anda emosi positif sehingga membanjiri diri Anda selama proses menulis. Emosi positif ini akan membimbing untuk terus menerus mengeluarkan kata-kata. Coba rasakan tulisan Anda yang terbimbing oleh emosi positif, pasti sangat berbeda dengan apabila tulisan terbimbing oleh emosi negatif. 

2. Cerita lebih nyata. 

Ketika kita sedang menulis sebuah novel sepenuh jiwa, maka tulisan tersebut akan memiliki nyawa dan seolah-olah bisa dirasakan secara nyata oleh pembaca. Bisa jadi penulis buku tersebut sangat menjiwai tulisannya.

3. Lebih mudah menyusun cerita. 

Ketika kita merasakan Writer Block. Tak ada ide menulis. Maka cobalah menulis dengan hati. Tulis semua yang ada di sekeliling kita, rasakan dengan indera kita. Tulis saja, tanpa mengindahkan kaidah penulisan. Tulis seolah kita berbicara. Menulislah dengan berbagi rasa lewat abjad, dan menyentuh hati pembaca lewat tulisan.

Bandingkan dua tulisan ini  Contoh menulis yang melibatkan hati dan yang tidak melibatkan hati 

  • Hari ini hujan turun dengan lebat. Budi sang penjual koran duduk kedingian di trotoar dengan menahan rasa lapar.  
  • Awan mendung terlihat menghitam, suara tetesan hujan semakin menderas. Sesekali terdengar cahaya kilat dan suara petir memekakkan telinga. Si budi kecil penjual koran, menggigil dalam beku. Matanya perih menahan tetesan hujan. Mulutnya membiru, seakan membeku. tangan dan kakinya kelu dan lunglai menahan lapar seharian. Tuhan berikan rezeki untuk bisa kumakan hari ini pintanya syahdu memandang awan kelabu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahagia Menulis" Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset Yogyakarta"

 Resume Pertemuan ke- 20 KBMN PGRI Gelombang 32 Materi                          : Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset ...