Senin, 30 Oktober 2023

Diksi dan Seni Bahasa

 Musdalifah

Senin, 30 Oktober 2023



Pertemuan ke-7, Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI Senin, 30 Oktober 2023




Senin ceria awal pekan dan penuh semangat. bapak ibu semua dengan tenang tangan mulai berselancar di jalur langit saya mulai menjentikkan jari jari di tut nada yang tak menentu. ntah menarik tidaknya saya akan mulai tulisan saya malam ini dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim.

Pada pertemuan ke-7 semangat saya mulai tumbuh kembali diiringi dengan PR 15  resume yang tertinggal di angkatan 28 dalam proses penyelesaian dengan meniti keatas satu demi satu kalimat di WA grup KBMN 30 tersusun. Semoga jari jemari ini tetap istiqomah ya Allah.

Bersama Queen of Diction yang akan mengajak kita berdansa dalam titian kata berdiksi. bersama ibu Mutmainah biasa dipanggil Emut dari Lebak Banten sebagai moderator malam ini. Kuliah malam ini seperti biasa dibagi menjadi 4 sesi

1. Pembukaan

2. Penjabaran Materi

3. Sesi Tanya Jawab

4. Penutup

Narasumber kita malam ini Maydearly, Berasal dari provinsi Banten. Tepatnya Kabupaten Lebak. Sebuah kota kecil yang kaya akan budaya. Terkenal dengan motto Lebak Unique karena mendiami tempat yang benar-benar unik. Mendapat gelar The Queen of diction karena keahliannya menulis diksi-diksi indah dalam puisi.

Beliau seorang Guru, Bloger, motivator dan juga novelis. Salah satu karyanya yang booming dan dibeli oleh orang nomor satu kabupaten Lebak adalah buku Januari Dalam Kenangan, sebuah buku yang menghimpun kisah korban bencana alam di Kabupaten Lebak yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020 silam. salah satu karya dari nara sumber



Di buka dengan puisinya "Di bibir senja izinkan saya meminjam waktu untuk bersiul sambut lewat satu linimasa. Dengan gerak jari menukik lembut saling berpaut, meluncur lewat emoji sarangheo.Ditemani dengan secangkir kopi yang mempertemukan kita di satu meja virtual. Sebuah tempat dimana sang emoticon☺️☺️ menjadi persembahan sebagai tanda perkenalan dari Maydearly". Diksi sebagai Seni Bahasa semoga menjadi cemilan menawan di pembuka malam yang elegan. Wuiih menarik
lagi-lagi....
sapaan yang luar biasa, Baiklah Tuan dan Nyonya, izinkan saya menyandera hati Tuan dan Nyonya agar terpana dalam setiap bait yang mengudara. Semoga pertemuan ini adalah awal tegukan yang manis, mengawali cerita di layar kaca, menyusun kepingan kata, dan diseduh dengan rasa bahagia untuk terus belajar berprosa. Agar tak seperti deret aritmatika null or constant.




Mengapa Diksi begitu penting dalam kajian sebuah bahasa?
Sebab banyak keindahan dari sebuah kata menjadi prosa yang melampaui bayu di udara. Diksi bak irama tanpa aroma, menjadi senyawa indah mempesona melengkapi rumpun kata dengan sejuta makna.

Diksi – akar katanya dari bahasa Latin: dictionem Kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi diction Kata kerja ini berarti: pilihan kata. Maksudnya, pilihan kata untuk menuliskan sesuatu secara ekspresif. Sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya.
Dalam sejarah bahasa, Aristoteles – filsuf dan ilmuwan Yunani inilah yang memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah dan berbobot. Gagasannya itu ia sebut diksi puitis yang ia tulis dalam Poetics – salah satu karyanya. Seseorang akan mampu menulis indah, khususnya puisi, harus memiliki kekayaan yang melimpah: diksi puitis. Gagasan Aristoteles dikembangkan fungsinya, bahwa diksi tidak hanya diperlukan bagi penyair menulis puisi, tapi juga bagi para sastrawan yang menulis prosa dengan berbagai genre-nya.


William Shakespeare dikenal sebagai sastrawan yang sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia menjadi mahaguru bagi siapa saja yang berminat menuliskan romantisme dipadu tragedi. Diksi Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora. Gaya penyajiannya sangat komunikatif, tak lekang digilas zaman.
Ada 5 hal yang perlu dipelajari agar penulis mampu merangkai sebuah kalimat/paragraf dengan diksi yang mempesona.


1. Sense of Touch adalah menulis dengan melibatkan indera peraba. indra peraba dapat digunakan untuk memperinci dengan apik tekstur permukaan benda, atau apapun. Penggunaan indra peraba ini sangat cocok untuk menggambarkan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yg kita rasakan pada kulit. Aplikasi indra peraba ini juga sangat tepat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak terlihat, seperti angin misalnya. Atau, cocok juga diterapkan untuk sesuatu yang kita rasakan dengan menyentuhnya, atau tidak dengan menyentuhnya.
Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi


2. Sense of Smell adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan.
Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu kugantungkan dilangit harapan


3. Sense of Taste adalah menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.
Kukecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari kugenggam Hp di tangan kiriku. Telah terkubur dengan bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu.


4. Sense of Sight adalah menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka seolah bisa menonton dan membayangkannya. Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya.
Derit daun pintu mencekik udara di tengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu adalah prasasti yang pernah kutinggali


5. Sense of hearing adalah menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar.
Aku padamu seperti angin yang berlalu begitu saja, kini yang kupunya hanya melupa atas lara dari sajak jingga yang cedera


Hanya 5 hal yang kita butuhkan dalam memadu Diksi. 5 hal sederhana, yang membantu tuas huruf mengalir menuju samudra kata yang mempesona. Menulis dengan melibatkan ke 5 panca indera juga mampu memantik karya tertuang lebih natural. Karena kita menulis dari apa yang dilihat, dirasa, diraba, didengar.


Malam ini tangan bergetar mulai berselancar melalui jalur langit saya mulai menjentikkan jari jari di tut nada yang tak menentu, bersama para maestro impian, diiringi semilir angin sepoi sepoi, cieee.... mencoba dengan respon Cakeeeeep πŸ₯° menurut narsum maydearly. cihuuiiii bahagianya


Izinkan saya memberi rating untuk setiap bait diksinya respon balik narsum
Rasa kagum mengembara dari pelataran logika
Merapal makna dari setiap bait yang menggebu, penuh candu
Izinkan aku menggedor ribuan rasa
Menerbangkan segala lara dengan arupa pesona
Dan aku berkawan dengan gembira yang jumawa
Hingga semesta bertanya, apa gerangan yang membuatmu gembira?
Jawabku Satu bait Indah dari Para Penulis Nusantara


Tidak sulit bukan? Karena yang sulit adalah yang tidak ingin memulai, ini sumber penyakitnya.
5 juru kunci sudah meluncur dalam pandangan screen kelas ini, tinggal diramu, digeledahi dan diciptakan dalam sebuah karya. benar sekali jika ungkapan dari narsum Terkadang, ada hal lain yang membuat kita stuck dalam menulis. Dicoba, dinikmati, diresapi karena menulis adalah melahirkan isyarat ruh kepada pembaca. di buat asyikkk kali ya?


Merekomendasikan buku karya ibu kanjeng dan narsum berjudul Dua Irama Dalam Larik Puisi


SESI TANYA JAWAB: Perlu di dokumentasikan
Dari Sahrir : Cara menuangkan diksi dalam cerita atau puisi tentu kita bisa memulai dengan menentukan latar.
Contoh dalam cerpen, bisa kita mulai dengan menganalogikan waktu. Misal, pagi, siang, malam. Di pagi hari kita menemukan mentari. Kata mentari bisa kita rangkai dengan cuplikam fajar; Sang Fajar berlari di pucuk pagi


Dalam puisi kita bisa menentukan ide cerita dari yang akan kita sampaikan.
Misal ketika kita ingin menyampaikan pesan kepada benda, atau orang kita analogikan memalui bentuk fisik. Disini masuk pada kategori sense of sight
Contoh:
Kau lebih manis dari sekedar adukan gula dalam secangkir kopi, akan kunobatkan hati ini sebagai kenangan yang pernah kau jelajahi



Taufan ; Cara memepersonifikasikan bahasa yang tepat adalah dengan memilah padanan kata yang baik. Tentu kita perlu sering membaca atau mencari referensi padanan kata yang pas agar tulisan kita kaya Diksi. Ketika tulisan sudah kaya Diksi maka tulisan kita tidak akan terlihat monoton.
Munculkan padanan kata yang asing di dengar. Sementara ini banyak penulis yang masih sulit memilah padanan kata. Sebut saja kata membaca nampak biasa saja, tetapi akan indah jika kata membaca diganti dengan kata merapal terdengar asing dan memikat pembaca untuk mencari tau artinya. Di Google banyak glosarium sinonim yang bisa kita gunakan


Zulkifli ;Sebenarnya Diksi itu memuat segala bentuk tulisan. Hanya saja sang Diksi akan lahir dalam berbagai genre. Dalam karya ilmiah tentu kita membutuhkan Diksi yang mumpuni agar suatu karya Ilmiah terbaca dengan baik. Contoh kecil ketika kata meneliti diganti dengan menganalisis atau mengidentifikasi ini sudah termasuk berdiksi.
Nah, disini bahasan saya adalah pengembangan Diksi jenis fiksi yang biasa digunakan dalam cerpen dan Novel.


Lutpiana ; Bagaimana trik simpel namun terbaik agar tetap dapat menjaga diksi kita dalam menulis? Cara saya mempelajari Diksi, pertama adalah sering membaca novel/cerpen. Disini meng upgrade pengetahuan saya terhadap kata² asing yang sebelumnya saya tak fahami. Kedua adalah menarikan jari di google dengan mencari glosarium padanan kata. Trik simple nya adalah mencoba memulai dengan memadu padankan setiap kata dengan kata pengganti/sinonim. Dan intinya Dicoba dulu because practice makes perfect πŸ₯°


Fannie Rajib ; 1) Bagaimana caranya agar puisi yg kita ciptakan itu menjadi lebih hidup dan menarik ketika dibacakan oleh orang lain?? Pertama menulis puisi adalah menyampaikan pesan. Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa menulis membutuhkan Ruh dan Ruh itu akan didapat jika tulisan itu dijiwai. Makanya kita perlu menulis dengan hati πŸ₯°
2) Bagaimanakah agar kita lebih percaya diri dalam menulis puisi ?? Kadang saya sering merasa bahwa karya saya itu kurang menarik? Agar PD dalam menulis puisi yaitu dengan menciptakan kata2 unik dalam setiap bait puisi. Sederhana tapi padat makna, tentu tidak akan membuat pembaca bosan.

Luar biasa pertanyaan dan jawaban dari ibu Maydearly, penambahan kosakata dalam berdiksi dengan rajin membaca buku fiksi dan non fiksi dan mengajak mbah Google dalam menambah wawasan berdiksi Ada domain jago kata.com. Disitu terlahir sekumpulan quotes para penulis terkenal yang karya sastranya mengembara dan kaya Diksi sehingga maksimal dalam berseni bahasa. contoh literatur rekomended seperti karya2 Bunda Asma Nadia, beserta karya Bunda Helvi Tiana Rosa yang Diksinya Aduhai. Kedua kakak beradik ini adalah inspirasi narsum dalam menulis.

Adapun Rima dalam puisi, sekarang zaman milenial ini banyak penulis puisi yang tak lagi terpaut Rima dalam karya puisinya. Selama pesan itu sampai, maka itu adalah puisi.

Penulis Sejati adalah:

Ia yang tak pernah putus asa

Ia yang tak pernah menyerah

Ia adalah seseorang yang selalu tersenyum dalam kesedihan

Dan Ia yang selalu menciptakan ide-ide baru πŸ₯°πŸ₯°

Jadilah Penulis Sejati yang karyanya dikenang sampai mati







Demikian materi kita malam ini dari Narasumber yang sangat luar biasa Ibu "maydearly"
Genggam semua ilmu yang telah didapat untuk menjadi bekal berkarya demi keabadian diri
Mari bergandengan tangan untuk menyemarakkan literasi di negeri tercinta. Bersama kita pasti bisa menebar warna indah dalam goresan karya.

Wassalamualaikum wr wb.

See you next time, sobatπŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»

Jumat, 27 Oktober 2023

USAHA PENERBIT BUKU

 Alhamdulillah malam ini merupakan malam terakhir dari pembelajaran di KBMN gelombang 28. 

Tak terasa sudah 2,5 bulan saya mengikuti kelas ini dengan membuat 30 resum dan membuat buku solo sebagai syarat kelulusan KBMN ini.
Terimakasih kepada semua Narasumber dan moderator serta Tim Solid Om Jay yang telah memberi saya ilmu-ilmu baru yang begitu banyak dan bermanfaat bagi saya.
Terimakasih juga khususnya buat mentor saya Bu Ovi yang telah membimbing saya dan mengedit tulisan-tulisan saya sebagai penulis pemula ini menjadi buku solo.
Walaupun banyak kendala dalam mengikuti KBMN dan kendala dalam membuat resum tapi Alhamdulillah semua bisa teratasi dengan baik.


Materi ke 30
Judul : Usaha Penerbitan Buku
Narasumber : Mukminin, M.Pd
Moderator : Muliadi, M.Pd
Hari / tgl : Jum'at, 17 Maret 2023

Moderator membuka dengan kata-kata yang bisa memotivasi kita semua, yaitu 
Sebuah quote dari mujahid mesir, Sayyid Qutb rasanya patut menjadi renungan dan menjadi motivasi buat kita "Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, tetapi satu tulisan bisa menembus ribuan dan bahkan jutaan kepala".

Sebelum ke materi mari kita lihat profil Narasumber kita malam ini :

Narasumber hebat kita malam ini
Mukminin, S.Pd.,M.Pd. Lahir di Jombang, 6 Juli 1965. 
Lulusan SDN dan SMP Segodorejo Sumobito 1979, 
Lulus SPN Jombang 1985,  
Lulus D2 IKIP NEGERI Surabaya th.1987.
Lulus S 1 IKIP PGRI Tuban 1998. 
Lulus S 2 UNISDA LAMONGAN 2012. Jurusan Bahasa dan Sarta Indonesia.
Beliau sehari-hari berdinas sebagai guru di SMP I Kedungpring Lamongan sejak 1989-2021 (32 th) sampai sekarang.
Di dunia tulis menulis:, beliau telah menulis 6 buku solo, berikut bukunya:
1. 55 Pantun Nasihat th.2020 penerbit Kelompok Majas Bojonegoro. 
2. Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal Bersama Para Pakar. Penerbit Kamila Press 2020. Merupakan buku terlaris. 
3. Kidung Hati ( Kamila Press Lamongan, 2021) 
4. LARON Kumpulan Puisi 2.0 ( KAMILA PRESS LAMONGAN, 2022) 
5. Nusantara Berpantun Antologi 65 Pantun Nasehat ( Kamila Press 2022). 
6. Dari Pengantar Jadi Buku ( Kamila Press 2022).

Kamila Press lahir 9 September 2019


Berikut syarat-syarat mengajukan no. Buku Ber-ISBN: 
1. Penerbit harus mempunyai Link berbayar 
2. Buku yang.diajukan no. ISBN harus dikirim lengkap ke Web Perpusnas :
a. Cover buku
b. Permohonan ISBN Buku ke Perpusnas Nasional oleh penanggung jawab penerbit (Direkturnya)
c. Surat Pernyataan Keaslian Karya bermaterei 10.000 dan ditandatangani penulis mengetahui penanggung jawab penerbit dg stempel peberbit
d.Naskah buku yg sudah dilayout bentuk PDF lengkap atau utuh satu buku harus diberi WATERMAK spt ini dan nama judul buku dan penerbit.

Adapun syarat - syarat Penerbitan di KAMILA PRESS LAMONGAN ada 2 yaitu :
1. Kirimkan naskah lengkap :
    - judul
    - kata pengantar
    - daftar isi, naskah
    - daftar isi 
    - daftar pustaka
    - biodata penulis dengan fotonya dan  sinopsis.

2. Ketik A5 ukuran 148x21 cm, spasi 1,15 ukuran font 11 dan margin kanan 2 cm ,margin kiri 2 cm, atas 2 cm, bawah 2 cm, gunakan huruf arial,calibri, atau cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke nomor wa pak mukminin atau email gusmukminin@gmail.com

Harga Penerbitan buku di Kamila Press Lamongan ( harga sewaktu-waktu bisa berubah).

✓ Biaya Cetak buku A5, kertas Bookpapar (coklat halus) atau HVS putih  
(termasuk biaya ISBN, Layuot, edit, cover buku, PO buku, sertifikat). Minimal cetak 10 buku mulai 1 SEPTEMBER 2022. 
A. 60 halaman: 
# Cetak 10 buku/ eksp. = 645.000 + Ongkir
B. 70 hlm:  
# Cetak 10 buku = 665.000 + Ongkir
C. 85 hlm : 
# Cetak 10 buku = 673.000 + Ongkir 
D. 90 hlm:
# Cetak 10 Buku = 728.000 + Ongkir 
E. 100 hlm: 
# Cetak 10.Buku = 738.000 + Ongkir
F. 125 hlm: 
# Cetak 10 buku = 764.000 + Ongkir 
G. 150 hlm= 
# Cetak 10 buku = 815.000 + Ongkir 
H. 200 hlm: 
# Cetak 10 buku = 855.000 + Ongkir 
I. 250 hlm:
# Cetak 10 buku = 915.000 + Ongkir 
J. 300 hlm:
# Cetak 10 buku = 970.000 + Ongkir
H. 350 hlm.
# Cetak 10 buku = 1.120.000 + Ongkir 
I. 400 hlm.
# Cetak 10 buku = 1.170.000 + Ongkir
J. 450 hlm.
# Cetak 10 buku = 1.220.000 + Ongkir
K. 500 hlm. 
#Cetak 10 = 1.270.000 + Ongkir 
# SETELAH CETAK 10 BUKU DENGAN JUMLAH HALAMAN DAN HARGA TERSEBUT, 

Lebihnya dihitung harga cetak ulang :
1. Cetak buku 60 hlm 
Harga @ 22.000
2. Cetak buku 70-75 hlm harga @23.000
3. Cetak buku 100 hlm. Harga @ 25. 000
4. Cetak buku 140 hlm harga @ 30.000
5. Cetak buku 150 hlm @ 31.000
6. Cetak buku 250 hlm. Harga @ 42.000
7. Cetak buku 300 hlm. Harga @ 47.000
8. Cetak 320 hlm. Harga @ 48.000
9. Cetak 340 hlm. Harga @ 50.000
10..Cetak 360 hlm. Harga @ 52.000
11  Cetak 380 hlm. Harga @ 55.000
12. Cetak 400 hlm. Harga @ 57.000
13. Cetak 420 hlm. Harga @ 59.000
14. Cetak 440 hlm. Harga @ 62.000
15. Cetak 480 hlm. Harga @ 65.000
16. Cetak 500 hlm. Harga @ 67.000
PLUS ONGKIR! 

Kesimpulan pada materi kali ini sebagai berikut:
Menerbitkan buku ber-ISBN tidak sulit yang penting penuhi syarat-syaratnya, terutama untuk karya solo
Untuk karya bersama atau antologi, ada pilihan QRCBN

Membuka usaha penerbitan tidak perlu memiliki usaha percetakan sendiri, tetapi kita bisa bekerja sama dengan pemilik usaha percetakan. Membuat usaha penerbitan juga tidak perlu modal besar, yang penting cukup.

 Sebagai penutup ada pantun yang bagus 
Jangan tebang kayu yang basah
Buat masak tak akan beres
Selamat jalan selamat berpisah
Semoga semuanya semakin sukses.
Aamiin...y Allah
Semoga bermanfaat itulah yang bisa dibagi pada materi kali ini.terimakasih.
Salam literasi.USA

TEKNIK PROMOSI BUKU

 




Masya Allah..KBMN 28 Pertemuan ke-28.  Mantap Jiwaaa..2 langkah lagi untuk menyelesaikan tugas pelatihan menulis ini.  Semangat..semangat..!  Semoga sehat semuanya dan berkah ilmu karena kita sudah sampai di titik ini.  Yuk lanjutkan sampai akhir..

Bertemu lagi dengan koko Sim Chung Wei, SP. selaku moderator untuk mendampingi bapak Akbar Zainudin, MM., MNE sebagai narasumber keren yang merupakan penulis buku "Man Jadda wa Jada".  Pak Akbar akan berbagi ilmu tentang Teknik Promosi Buku.

Mari kita simak..

Strategi Promosi Buku

Apa Itu Promosi Buku

Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita mengenalkan buku yang kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli. 

Mengapa Promosi Buku Itu Penting

Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita. 

Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:

1. Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita.

2. Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya mereka tidak butuh, tetapi setelah kita promosikan menjadi butuh. 

3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku. 

4. Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain.


Tujuh Program Promosi Buku. 

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan. 

Pertama, Launching Buku

Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. 

Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia. 

Sekarang ini program launching buku semakin mudah. Dengan adanya Media Sosial, kita bisa melakukan program launching buku ini bahkan dari rumah. Bisa melalui FB, IG, ataupun Youtube. 

Buat saja program LAUNCHING BUKU, live di FB, IG, atau Youtube. Undang kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. Launching buku kalau perlu setiap bulan. Kan ngga harus sekali. Bulan ini Launching Pertama, Bulan depan Launching kedua, ketiga, dan seterusnya. Kalau setiap bulan kita launching buku kita, setahun kita sudah 12 kali launching buku. Keren, kan?

Kedua, Bedah Buku. 

Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya. 

Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita. 

Sekali lagi, yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.

Ketiga, Seminar atau Pelatihan.

Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis. 

Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

Keempat, Membangun Komunitas.

Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. 

Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. 

Saya sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Saya share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya saya bentuk di WA Grup.  Sesekali seminar melalui Zoom. 

Kelima, Membangun Jaringan Reseller. 

Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku. 

Saya juga sedang membangun jaringan reseller ini. Belum banyak, baru sekitar 100an orang. InsyaAllah akan terus bertambah.

Keenam, Jualan di Marketplace. 

Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  

Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

Ketujuh, Memanfaatkan Media Sosial (Medsos) untuk Promosi Buku. 

Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. 

Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. 

Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan. 

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.  Aamiin.

CATATAN PENUTUP dari Pak Akbar:

Sebagai catatan penutup. Sekarang ini sebagai seorang penulis, kita kalau bisa memiliki beberapa keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku. 

Pertama, keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca.

Kedua, kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21. 

Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.

Terima kasih banyak pak Akbar untuk ilmu strategi promosi bukunya dan closing statementnya.

Salam literasi!

CARA MENDESAIN COVER BUKU YANG MENARIK

 CARA MENDESAIN COVER BUKU YANG MENARIK




Resume ke              : 27

KBMN angkatan    : 28

Tema                       : Membuat Cover Buku Yang Menarik

Narasumber            : Fajar Tri Laksono, M.Pd

Moderator               : Lely Suryani, S.Pd.SD.


Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera untuk kita semua. Salam Literasi

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat sehat dan kesempatan, tidak terasa kebersamaan saya mengikuti KBMN angkatan 28 tinggal 3 kali pertemuan lagi. Segala ilmu yang diberi dari yang tidak pernah saya ketahui hingga saya sedikit mulai memahami akan pentingnya menulis sebagai bentuk perwujudan diri untuk selalu berekspresi agar dapat dikenal dan dikenang.

Kali ini melalui aplikasi zoom yang dipandu oleh moderator ibu Lely Suryani, S.Pd. Sd untuk mendampingi narasumber yang bapak Fajar Tri Laksono, M.Pd. Materi yang akan bahas tuntas oleh narasumber segudang prestasi juara Provinsi Jawa Timur dan Nasional hingga tahun 2018 yang masih non PNS dalam program excelen teacher, satu-satunya guru non PNS yang berangkat ke Belanda. Ada kalimat yang kupetik dan jadi pembelajaran yaitu Kementerian tidak memandang status, tetapi apa yang bisa kita jual agar dilirik dan terpilih. Berkarya dan manfaatkan waktu sebaik mungkin dan malam ini berbagi ilmu dengan tema Membuat Cover Buku Yang Menarik.

Desain cover buku ada lisensi komersial, ada market place yang bisa dijadikan langganan. Contohnya premium member seperti freepik. Caranya dengan cover buku bisa diambil disini dan tanpa pelanggaran asalkan menggunakan market place. Bapak ibu sebagai guru tidak perlu membayar seharga Rp 1.500.000//tahun. Lisensi sebagai komersial berupa karya yang dapat dijual tanpa pelanggaran lisensi. Cover yang diterima dari penerbit pastikan tidak melanggar hak cipta, harus jelas lisensinya.

Penulis yang telah tuntas menulisnya dan ingin membukukannya, bingung membuat cover buku  yang  menarik untuk dapat memikat para pembaca. Cara sederhana membuat cover buku dengan menggunakan aplikasi power point, corel draw, atau canva.

Cara membuat cover buku adalah : 
  1. Menggunakan aplikasi corel
  2. Ukuran buku A4, A5, A3
  3. Menggunakan photoshop
  4. Gunakan desain komersial karena untuk dijual, jika untuk pribadi gunakan lisensi personal
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat cover buku yang bagus dan menarik yaitu :

  1. Pilih tema yang tepat sesuai dengan isi buku dan gaya penulisan memberikan kesan yang menarik
  2. Gunakan gambar yang berkualitas tinggi sesuai tema.
  3. Pilih font  yang tepat agar mudah dibaca 
  4. Penggunaan warna pada cover dipilih sesuai dengan tema dan genre buku
  5. Tambahkan elemen visual yang menarik seperti garis, bentuk, atau pola yang sesuai dengan tema buku
  6. Desain cover buku haruslah simpel dan mudah diingat oleh pembaca 
  7. Perhatikan kualitas cetak yang baik 
  8. Tidak melanggar lisensi personal/ melanggar hak cipta 

Demikianlah yang dapat saya tulis. Semoga dapat memberi informasi dan  inspirasi dalam mengirim membuat cover buku yang menarik. Terima kasih

POIN BUKU PADA KENAIKAN PANGKAT PNS

 


POIN BUKU PADA KENAIKAN PANGKAT PNS




Resume ke              : 25

KBMN angkatan    : 28

Tema                       : Poin Buku Pada Kenaikan Pangkat PNS

Narasumber            :Dr. Imron Rosidi, M.Pd.

Moderator               : Yandri  Novita Sari, S.Pd.


 Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah, sudah memasuki pertemuan ke-25 kita menjalani KBMN tidak terasa sebentar lagi kita akan Closing Ceremony sebelum bulan Ramadhan. Malam ini tetap semangat dan materi yang disajikan sangat menarik sekali sesuai dengan dudukkan saya saat ini sebagai ASN, yang dipandu moderator ibu Yandri Novita Sari, S.Pd.

Seperti yang sudah dipaparkan oleh om jay, pada pertemuan ke-25 membahas tentang Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS

Yah betul, Faktor pendukung untuk kenaikan pangkat bagi seorang pendidik adalah menulis buku. Nah ini tak jarang banyak pendidik yang berargumentasi bahwa menulis buku suatu hal yang susah. 
Apakah bener begitu? 
Lalu buku yang bagaimana yang masuk kategori kenaikan pangkat PNS? 
Apa saja jenisnya? 

Sesuai dengan Flyer yang telah Bapak Ibu lihat,  narasumber kita malam ini Bapak Dr. Imron Rosidi, M.Pd.

Beliau alumni D-III Jurusan Bahasa di IKIP Surabaya. Hal ini dibuktikan Pak imron Rosidi terpilih sebagai penerima Penghargaan Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudyono (SBY) tahun 2011. Tak hanya itu beliau juga Mendapatkan penghargaan dari Intel Education Award dan Platinum Indonesia dan seabrek prestasi yang diraihnya di dunia pendidikan.

Materi segera dimulai dengan menyampaikan cara memanfaatkan kemampuan kita dalam menulis buku untuk KP berdasarkan Permenpak rb 16 tahun 2009.

Aturan yang masih digunakan untuk kenaikan pangkat sampai bulan Juni 2023 ada 3 hal pokok yaitu : 
  1. Kegiatan Pengembangan Diri (PD)
  2. Publikasi Ilmiah (PI)
  3. Karya Inovatif (KI)
Salah satu jenis PI dan KI adalah penulisan buku.
 -  PI bisa berbentuk buku di bidang pendidikan, buku terjemahan, buku hasil mengubah dari laporan           penelitian kita.
-   KI bisa berupa buku kumpulan puisi, buku kumpulan cerpen, dan buku novel.
    Untuk kumpulan puisi, hanya yang menulis minimal 20 puisi yang bisa dinilai, kumpulan cerpen            minimal satu guru menulis 5 cerpen bisa dinilai.

*10 jenis Publikasi Ilmiah (PI) yaitu :
  1. Presentasi di forum ilmiah
  2. Laporan hasil penelitian (PTK)
  3. Tinjauan ilmiah
  4. Tulisan ilmiah populer
  5. Artikel ilmiah
  6. Buku pelajaran
  7. Modul / diklat
  8. Buku dalam bidang pendidikan
  9. Karya terjemahan
  10. Buku pedoman guru

* 4 jenis Karya Ilmiah (KI) yaitu : melaksanakan karya inovatif
  1. Menemukan teknologi tepat guna
  2. Pembuat / modifikasi alat pelajaran / peraga / praktikum
  3. Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya pada tingkat nasional
  4. Menemukan / menciptakan karya seni
* 2 jenis Pengembangan Diri (PD) yaitu :

      1. Publikasi Ilmiah
          - Buku hasil penelitian
          - Buku pelajaran
          - Buku pengayaan
          - Buku pedoman guru

      2. Karya Inovatif
          - Buku kumpulan puisi
          - Buku kumpulan cerpen 
          - Buku novel

Angka Kredit (AK) yang dibutuhkan untuk kenaikan pangkat dilihat dari golongan yakni dari :
  1. Untuk 3a ke 3b membutuhkan 50, yaitu dari 100 ke 150. Gol. 3d ke 4a membutuhkan 100, dari 300 ke 400. 
  2. Mulai gol IV a minimal 1 laporan hasil penelitian. Buku maksimal 3, meskipun banyak tetap tidak lolos karena itu syarat utama. Opini masuk artikel populer nilai1 dan 2, kalau buku nilainya 3 atau 1. Koran di artikel populer di PI dan buku di buku pelajaran atau bidang pendidikan di PI. Buku puisi dan cerpen di KI. 
  3. Ke IVb membutuhkan 150 dan seterusnya.
  4. Gol 4d dan 4e wajib menulis buku ber ISBN
Sebagai catatan untuk kenaikan pangkat bahwa resume tidak bisa dinilai. Hanya untuk berlatih menulis dan menjadi kebanggaan karena sudah berkarya.

Setelah bulan Juni akan ada peraturan baru.
Pemberlakuan permen baru akan berdampak pada guru yang sudah lama tidak naik pangkat akan dianggap 0 tahun dan bisa naik pangkat secara otomatis 4 tahun berikutnya.

Semoga dengan materi ini semakin mudah dalam hal kenaikan pangkat bagi PNS.  

Demikianlah yang dapat saya tulis. Semoga dapat memberi informasi. Dan bagi yang belum PNS semoga disegerakan bisa menjadi PNS atau juga PPPK.  Terima kasih

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Salam Literasi Musdalifah

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDI

 Menjadi penulis buku mayor






Mengikuti Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 memberikan banyak pengalaman berharga. Salah satunya bertemu teman-teman sefrekwensi di seluruh Nusantara. Yang tadinya maju mundur, malu-malu mau menulis, yang tidak percaya diri dengan tulisannya akhirnya jadi berani untuk menulis. Langsung dipublish di blog dan dibaca banyak orang.


Pertemuan ke-26 KBMN gelombang 28 pada hari Rabu, 8 Maret 2023 menghadirkan tema yang sangat menarik “Menjadi Penulis Buku di Penerbit Mayor”. Tentunya banyak yang ingin tahu tentang penerbit mayor dan bagaimana caranya agar naskah kita bisa tembus ke sana? Jawabannya bisa didapatkan dari pertemuan ke-26 ini bersama narasumber yang benar-benar “mumpuni”, bukan hanya namanya saja tapi juga pengetahuan dan profesinya di bidang penerbitan khususnya penerbit mayor. Beliau adalah Bapak Joko Irawan Mumpuni, Direktur Penerbit ANDI Yogyakarta. Beliau juga tercatat sebagai anggota Dewan Pertimbangan IKAPI DIY, penulis buku bersertifikat BSNP dan Asesor BNSP.

Setiap penulis mempunyai impian kalau bukunya bisa diterbitkan oleh penerbit mayor. Tidak banyak jumlah penerbit mayor di Indonesia. Menjadi penerbit mayor memiliki kriteria yang tidak mungkin dapat diraih dalam waktu pendek, tetapi bisa sampai puluhan tahun. Syarat menjadi penerbit mayor salah satunya harus sudah memiliki judul terbitan buku puluhan ribu judul dan tiap tahunnya harus menerbitkan ratusan judul secara konsisten.





Penerbit adalah industri kreatif yang di dalamnya ada kolaborasi insan-insan kreatif: penulis, editor, layouter, ilustrator, dan desain grafis. Ini adalah bagian dari industri kreatif penerbitan cetak. Saat ini dan mendatang akan bertambah insan-insan kreatif bidang lain yang akan bergabung seiring dengan perkembangan dunia penerbitan yang kini sudah mengarah pada Publisher 5.0 yang memanfaatkan teknologi IT untuk menerbitkan karya-karya kreatif.

Ada jenis-jenis buku di dunia ini, biasanya klasifikasi jenis buku digambar dengan grafis yang mirip sirip ikan seperti ini:




Dua kategori besar jenis buku adalah buku Teks (buku sekolah-kampus) dan buku Non Teks (buku-buku populer). Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan kampus disebut buku Perti (Perguruan Tinggi). Buku Non Teks dibagi dua lagi menjadi buku Fiksi dan Non Fiksi.









Buku Perguruan Tinggi dibagi dua lagi menjadi buku Eksak dan Non Eksak.



Sekarang kita cek pada diri kita masing-masing pada level mana terkait dengan tulis menulis, perhatikan gambar berikut:










Untuk industri penerbitan bila digambar utuh lengkap maka ekosistemnya seperti ini:


Namun, bila disederhanakan akan menjadi seperti ini:
Tingkat literasi bangsa ini sampai saat ini masih banyak dikeluhkan banyak pihak akibat rendahnya tingkat literasi dibanding negara lain sekawasan. Di antara sebabnya:

1. Minat baca

a. Budaya baca

b. Kurangnya bahan bacaan

c. Kualitas bacaan

2. Minat tulis

a. Budaya tulis

b. Tidak tahu prosedur menulis dan penerbitan

c. Anggapan yang salah tentang dunia penulisan dan penerbitan

3. Apresiasi hak cipta

a. Pembajakan

b. Duplikasi non legal

c. Perangkat hukum

Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses penerbitan mulai dari memasukkan atau mengirimkan naskah buku ke penerbit hingga buku itu terbit dan beredar. Inilah gambarnya:








Setelah mengetahui proses bagaimana naskah buku dari awal sampai beredar di pasaran, kita perlu mengetahui penerbit yang baik, yaitu:

1. Memiliki visi dan misi yang jelas

2. Memiliki bussines core lini produk tertentu

3. Pengalaman penerbit

4. Jaringan pemasaran

5. Memiliki percetakan sendiri

6. Keberanian mencetak jumlah eksemplar

7. Kejujuran dalam pembayaran royalti

Di samping mengetahui penerbit yang baik, kita perlu juga memberikan kewaspadaan terhadap penerbit yang dicirikan sebagai berikut:

1. Hanya bertindak sebagai broker naskah

2. Alamat tidak jelas

3. Tidak ada dokumen perjanjian penerbitan yang baik

4. Tidak memiliki jaringan pemasaran dan distribusi sendiri

5. Tidak memiliki percetakan sendiri

6. Prosentase royalti tidak wajar

7. Laporan keuangan tidak jelas








Sekarang mengapa kita harus menulis? Apa sih yang didapatkan ketika penulis tersebut sudah berhasil menerbitkan buku secara profesional dan diterbitkan oleh penerbit yang bereputasi. Ini yang akan didapatkan beserta rincian penjelasannya:

1. Peningkatan finansial

a. Royalti

b. Diskon pembelian langsung

c. Seminar atau mengajar

2. Peningkatan karir

a. Adanya kebutuhan peningkatan status jabatan

b. Peluang karir di institusi atau perusahaan

3. Kebutuhan batin

a. Buku sebagai karya monumental yang akan dikenang sepanjang masa

4. Reputasi

a. Buku sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya








Pertanyaan besar yang sering muncul adalah apa kriteria agar naskah buku dapat diterima oleh penerbit untuk dapat diterbitkan, karena tidak semua naskah dapat diterima. Sebagai contoh penerbit ANDI tiap bulan menerima naskah masuk bisa sampai 500 naskah. Namun yang diterima untuk diterbitkan hanya 50 judul saja.








Pasti sekarang ada yang bertanya, “Lalu apa yang dimaksud dengan tema populer dan bagaimana cara menilainya?” tentunya jawabnya dengan data. Salah satu data yang kami pakai adalah trend dari google trend, contohnya:








Kalau tadi telah dibahas bagaimana mengetahui tema-tema yang menarik, sekarang bagaimana cara penerbit mengukur reputasi penulis? Semua pasti pakai data. Dalam hal ini penerbit memakai data salah satunya dari Google Scholar/Cendekia, lihat gambarnya:








Penerbit akan sangat berhati-hati jika ada buku-buku yang bertema memiliki pasar sempit dan Lifecycle pendek. Namun penerbit akan senang dengan tema-tema buku yang memiliki Lifecycle panjang dan market lebar.








Masalah selingkung ini juga banyak ditanyakan “Penerbit Bapak memakai gaya selingkung apa?” Jawabnya kami memakai gaya selingkung apapun yang dipakai penulis. Salah satu buku yang pakai selingkung Vancouver Style.








Sebagai seorang penulis, sebenarnya Anda termasuk penulis yang idealis atau industrialis?

1. Penulis berpikir idealis

a. Menulis tidak begitu memperhatikan kebutuhan pasar

b. Tidak begitu suka dengan campur tangan pihak lain

c. Imbalan finansial tidak begitu dipentingkan

d. Kesempurnaan sebuah karya lebih penting daripada produktifitas

2. Penulis berpikir industrialis

a. Menulis dengan sangat memperhatikan kebutuhan pasar

b. Terbuka dan lapang dada terhadap segala intervensi pihak lain

c. Imbalan finansial merupakan tujuan utama

d. Terkadang kesempurnaan karya tidak lebih penting daripada produktifitas

Mana yang lebih baik? Dua-duanya baik bagi penerbit. Sehingga penerbit akan memakai kombinasinya:








Jadi penerbit akan menerima naskah buku yang memiliki pangsa pasar yang luas.






Akhirnya, setelah mengetahui dan memahami dengan detail terkait bagaimana menulis buku di penerbit mayor, sepertinya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak memulai menulis. Sebagai penutup, mengutip ucapan Imam Al-Ghazali, “Bila kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah”. Selamat menulis! tetap semangat meski tertinggal.

Mengirim Tulisan Ke majalah Suara Guru Gimana ya......

 Assalamualaikum wr.wbr

saya Musdalifah, Salam semangat sahabat penulis Nusantara

Pertemuan ke-22 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 pada hari Senin, 27 Februari 2023 mengangkat tema “Mengirim Tulisan ke Majalah Suara Guru” bersama narasumber Bapak Catur Nurrochman Oktavian, M.Pd (guru di SMPN 1 Kemang Kab. Bogor, bendahara PGRI Pusat, penulis, dan redaktur utama majalah Suara Guru) serta didampingi narasumber Bapak Sim Chung Wei, S.P. yang berlangsung melalui zoom meeting.

Dalam paparannya narasumber menyampaikan beberapa informasi bahwa majalah Suara Guru adalah majalah yang diterbitkan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Majalah ini rutin terbit bulanan sejak tahun 1949 hingga kini dan mempunyai kantor redaksi di Jalan Tanah Abang III Nomor 24 Jakarta Pusat. Untuk pemesanan majalah Suara Guru bisa menghubungi Ibu Widya (087882289299)


Pada awal berdirinya PGRI, media organisasi ini merupakan media komunikasi dan perjuangan, karena PGRI berdiri seratus hari setelah proklamasi, di masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Seiring perkembangannya, kini majalah Suara Guru terbit dwi bulanan memuat tulisan para guru tentang pendidikan, kegiatan organisasi, dan risalah hasil kongres PGRI. Majalah Suara Guru termasuk yang tertua telah diterbitkan dan kini telah tersebar di 34 provinsi di tanah air serta dicetak 5000 eksemplar.


Hal yang lebih menarik adalah guru-guru di Indonesia bisa mengirim tulisan ke majalah Suara Guru. Cara mengirim tulisan ke majalah Suara Guru adalah dengan mengirim ke email (majalah.suaraguru@gmail.com). Panjang tulisan maksimal 700 kata. Majalah Suara Guru sudah terdaftar ISSN, sehingga tulisan yang dimuat dapat diajukan untuk angka kredit kenaikan pangkat bagi guru PNS.

Seperti halnya majalah atau media cetak lainnya, majalah Suara Guru juga mempunyai rubrik di dalamnya. Rubrik merupakan bagian dari kepala karangan (ruang tetap) baik yang terdapat di dalam surat kabar maupun majalah. Rubrik juga diartikan suatu halaman yang mempunyai kepala halaman (kop) yang berada di dalam media cetak koran, tabloid, majalah, buletin, dan lain-lainnya. Hal yang dimuat di rubrik adalah berbagai informasi berita, opini, ataupun iklan. Isi rubrik merupakan pokok masalah yang dibicarakan dalam rubrik. Rubrik juga memuat isi dan pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Adapun rubrik-rubrik yang ada di majalah Suara Guru antara lain:

1.  Rubrik Opini (gagasan penulis atas kebijakan atau fakta pendidikan yang terjadi). Artinya opini tidak akan kehilangan topik karena kebijakan dan fakta pendidikan selalu hadir. Dalam menulis di rubrik opini ini ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan:

Ø Asli tidak plagiat, merupakan karya sendiri dan original (tidak mengambil karya orang lain).

Ø Tidak bertema SARA karena PGRI sebagai sebuah organisasi yang sangat menjunjung tinggi kedamaian dan persatuan.

Ø Berisikan tema aktual yang terkait dengan pendidikan serta ditulis dengan bahasa yang populer, komunikatif, dan lugas.

Ø Ketentuan penulisan menggunakan Times New Roman, font 12, 500-700 kata (kurang lebih 1-2 lembar A4), dan spasi 1,5.

2.  Rubrik Sastra yang berisi ekspresi jiwa dan fenomena yang diulas dalam bentuk puisi, roman, sajak, dan termasuk cerita pendek bersifat imajinatif, fiksi, dan fakta yang diungkap secara sastrawi

3.  Rubrik Feature berisi tulisan jurnalistik yang memadukan berita dan opini, dengan gaya bercerita (story telling) mengandung unsur menyentuh (human interest) dan bahasa yang indah (sastrawi).

4. Rubrik Kuliner yang bertujuan untuk mengenalkan atau mempromosikan kuliner Indonesia. Salah satu jalan yang ditempuh adalah lewat publikasi di majalah Suara Guru.

5.  Rubrik Sejarah yang berisi informasi tentang perkembangan-perkembangan mengenai peristiwa dan kejadian di masa lampau yang berhubungan dengan manusia, dan menyangkut perubahan nyata di dalam kehidupannya, serta tersusun dalam bentuk cerita yang sistematis (teratur dan rapi).

6.  Rubrik Praktik yang berisi tulisan dari pengalaman-pengalaman di sekolah maupun tempat lainnya tetapi masih berhubungan dengan pendidikan.

7.  Rubrik Liputan Sekolah. Majalah ini terbuka untuk semua guru baik negeri atau swasta dari semua jenjang pendidikan untuk bisa menuliskan dan mengirimkan tulisan terkait kegiatan atau aktivitas dari program yang ada di masing-masing sekolah/lembaga pendidikan.

8.    Rubrik Percik dan Oase yang berisi mutiara kehidupan dan motivasi.


Dengan segmentasi pasar para guru, kepala sekolah, dan pengawas menjadikan majalah Suara Guru masih bertahan hingga kini dan dibaca oleh para pembacanya. Berbekal tampilan yang memikat, full colourglosy art paper, warna cerah, dan bobot tulisan yang tidak diragukan lagi tentunya akan menjadi modal dasar berkembang dan eksisnya majalah Suara Guru. Selamat membaca!

Bahagia Menulis" Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset Yogyakarta"

 Resume Pertemuan ke- 20 KBMN PGRI Gelombang 32 Materi                          : Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset ...