Senin, 30 Oktober 2023

Diksi dan Seni Bahasa

 Musdalifah

Senin, 30 Oktober 2023



Pertemuan ke-7, Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI Senin, 30 Oktober 2023




Senin ceria awal pekan dan penuh semangat. bapak ibu semua dengan tenang tangan mulai berselancar di jalur langit saya mulai menjentikkan jari jari di tut nada yang tak menentu. ntah menarik tidaknya saya akan mulai tulisan saya malam ini dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim.

Pada pertemuan ke-7 semangat saya mulai tumbuh kembali diiringi dengan PR 15  resume yang tertinggal di angkatan 28 dalam proses penyelesaian dengan meniti keatas satu demi satu kalimat di WA grup KBMN 30 tersusun. Semoga jari jemari ini tetap istiqomah ya Allah.

Bersama Queen of Diction yang akan mengajak kita berdansa dalam titian kata berdiksi. bersama ibu Mutmainah biasa dipanggil Emut dari Lebak Banten sebagai moderator malam ini. Kuliah malam ini seperti biasa dibagi menjadi 4 sesi

1. Pembukaan

2. Penjabaran Materi

3. Sesi Tanya Jawab

4. Penutup

Narasumber kita malam ini Maydearly, Berasal dari provinsi Banten. Tepatnya Kabupaten Lebak. Sebuah kota kecil yang kaya akan budaya. Terkenal dengan motto Lebak Unique karena mendiami tempat yang benar-benar unik. Mendapat gelar The Queen of diction karena keahliannya menulis diksi-diksi indah dalam puisi.

Beliau seorang Guru, Bloger, motivator dan juga novelis. Salah satu karyanya yang booming dan dibeli oleh orang nomor satu kabupaten Lebak adalah buku Januari Dalam Kenangan, sebuah buku yang menghimpun kisah korban bencana alam di Kabupaten Lebak yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020 silam. salah satu karya dari nara sumber



Di buka dengan puisinya "Di bibir senja izinkan saya meminjam waktu untuk bersiul sambut lewat satu linimasa. Dengan gerak jari menukik lembut saling berpaut, meluncur lewat emoji sarangheo.Ditemani dengan secangkir kopi yang mempertemukan kita di satu meja virtual. Sebuah tempat dimana sang emoticon☺️☺️ menjadi persembahan sebagai tanda perkenalan dari Maydearly". Diksi sebagai Seni Bahasa semoga menjadi cemilan menawan di pembuka malam yang elegan. Wuiih menarik
lagi-lagi....
sapaan yang luar biasa, Baiklah Tuan dan Nyonya, izinkan saya menyandera hati Tuan dan Nyonya agar terpana dalam setiap bait yang mengudara. Semoga pertemuan ini adalah awal tegukan yang manis, mengawali cerita di layar kaca, menyusun kepingan kata, dan diseduh dengan rasa bahagia untuk terus belajar berprosa. Agar tak seperti deret aritmatika null or constant.




Mengapa Diksi begitu penting dalam kajian sebuah bahasa?
Sebab banyak keindahan dari sebuah kata menjadi prosa yang melampaui bayu di udara. Diksi bak irama tanpa aroma, menjadi senyawa indah mempesona melengkapi rumpun kata dengan sejuta makna.

Diksi – akar katanya dari bahasa Latin: dictionem Kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi diction Kata kerja ini berarti: pilihan kata. Maksudnya, pilihan kata untuk menuliskan sesuatu secara ekspresif. Sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya.
Dalam sejarah bahasa, Aristoteles – filsuf dan ilmuwan Yunani inilah yang memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah dan berbobot. Gagasannya itu ia sebut diksi puitis yang ia tulis dalam Poetics – salah satu karyanya. Seseorang akan mampu menulis indah, khususnya puisi, harus memiliki kekayaan yang melimpah: diksi puitis. Gagasan Aristoteles dikembangkan fungsinya, bahwa diksi tidak hanya diperlukan bagi penyair menulis puisi, tapi juga bagi para sastrawan yang menulis prosa dengan berbagai genre-nya.


William Shakespeare dikenal sebagai sastrawan yang sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia menjadi mahaguru bagi siapa saja yang berminat menuliskan romantisme dipadu tragedi. Diksi Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora. Gaya penyajiannya sangat komunikatif, tak lekang digilas zaman.
Ada 5 hal yang perlu dipelajari agar penulis mampu merangkai sebuah kalimat/paragraf dengan diksi yang mempesona.


1. Sense of Touch adalah menulis dengan melibatkan indera peraba. indra peraba dapat digunakan untuk memperinci dengan apik tekstur permukaan benda, atau apapun. Penggunaan indra peraba ini sangat cocok untuk menggambarkan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yg kita rasakan pada kulit. Aplikasi indra peraba ini juga sangat tepat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak terlihat, seperti angin misalnya. Atau, cocok juga diterapkan untuk sesuatu yang kita rasakan dengan menyentuhnya, atau tidak dengan menyentuhnya.
Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi


2. Sense of Smell adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan.
Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu kugantungkan dilangit harapan


3. Sense of Taste adalah menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.
Kukecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari kugenggam Hp di tangan kiriku. Telah terkubur dengan bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu.


4. Sense of Sight adalah menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka seolah bisa menonton dan membayangkannya. Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya.
Derit daun pintu mencekik udara di tengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu adalah prasasti yang pernah kutinggali


5. Sense of hearing adalah menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar.
Aku padamu seperti angin yang berlalu begitu saja, kini yang kupunya hanya melupa atas lara dari sajak jingga yang cedera


Hanya 5 hal yang kita butuhkan dalam memadu Diksi. 5 hal sederhana, yang membantu tuas huruf mengalir menuju samudra kata yang mempesona. Menulis dengan melibatkan ke 5 panca indera juga mampu memantik karya tertuang lebih natural. Karena kita menulis dari apa yang dilihat, dirasa, diraba, didengar.


Malam ini tangan bergetar mulai berselancar melalui jalur langit saya mulai menjentikkan jari jari di tut nada yang tak menentu, bersama para maestro impian, diiringi semilir angin sepoi sepoi, cieee.... mencoba dengan respon Cakeeeeep πŸ₯° menurut narsum maydearly. cihuuiiii bahagianya


Izinkan saya memberi rating untuk setiap bait diksinya respon balik narsum
Rasa kagum mengembara dari pelataran logika
Merapal makna dari setiap bait yang menggebu, penuh candu
Izinkan aku menggedor ribuan rasa
Menerbangkan segala lara dengan arupa pesona
Dan aku berkawan dengan gembira yang jumawa
Hingga semesta bertanya, apa gerangan yang membuatmu gembira?
Jawabku Satu bait Indah dari Para Penulis Nusantara


Tidak sulit bukan? Karena yang sulit adalah yang tidak ingin memulai, ini sumber penyakitnya.
5 juru kunci sudah meluncur dalam pandangan screen kelas ini, tinggal diramu, digeledahi dan diciptakan dalam sebuah karya. benar sekali jika ungkapan dari narsum Terkadang, ada hal lain yang membuat kita stuck dalam menulis. Dicoba, dinikmati, diresapi karena menulis adalah melahirkan isyarat ruh kepada pembaca. di buat asyikkk kali ya?


Merekomendasikan buku karya ibu kanjeng dan narsum berjudul Dua Irama Dalam Larik Puisi


SESI TANYA JAWAB: Perlu di dokumentasikan
Dari Sahrir : Cara menuangkan diksi dalam cerita atau puisi tentu kita bisa memulai dengan menentukan latar.
Contoh dalam cerpen, bisa kita mulai dengan menganalogikan waktu. Misal, pagi, siang, malam. Di pagi hari kita menemukan mentari. Kata mentari bisa kita rangkai dengan cuplikam fajar; Sang Fajar berlari di pucuk pagi


Dalam puisi kita bisa menentukan ide cerita dari yang akan kita sampaikan.
Misal ketika kita ingin menyampaikan pesan kepada benda, atau orang kita analogikan memalui bentuk fisik. Disini masuk pada kategori sense of sight
Contoh:
Kau lebih manis dari sekedar adukan gula dalam secangkir kopi, akan kunobatkan hati ini sebagai kenangan yang pernah kau jelajahi



Taufan ; Cara memepersonifikasikan bahasa yang tepat adalah dengan memilah padanan kata yang baik. Tentu kita perlu sering membaca atau mencari referensi padanan kata yang pas agar tulisan kita kaya Diksi. Ketika tulisan sudah kaya Diksi maka tulisan kita tidak akan terlihat monoton.
Munculkan padanan kata yang asing di dengar. Sementara ini banyak penulis yang masih sulit memilah padanan kata. Sebut saja kata membaca nampak biasa saja, tetapi akan indah jika kata membaca diganti dengan kata merapal terdengar asing dan memikat pembaca untuk mencari tau artinya. Di Google banyak glosarium sinonim yang bisa kita gunakan


Zulkifli ;Sebenarnya Diksi itu memuat segala bentuk tulisan. Hanya saja sang Diksi akan lahir dalam berbagai genre. Dalam karya ilmiah tentu kita membutuhkan Diksi yang mumpuni agar suatu karya Ilmiah terbaca dengan baik. Contoh kecil ketika kata meneliti diganti dengan menganalisis atau mengidentifikasi ini sudah termasuk berdiksi.
Nah, disini bahasan saya adalah pengembangan Diksi jenis fiksi yang biasa digunakan dalam cerpen dan Novel.


Lutpiana ; Bagaimana trik simpel namun terbaik agar tetap dapat menjaga diksi kita dalam menulis? Cara saya mempelajari Diksi, pertama adalah sering membaca novel/cerpen. Disini meng upgrade pengetahuan saya terhadap kata² asing yang sebelumnya saya tak fahami. Kedua adalah menarikan jari di google dengan mencari glosarium padanan kata. Trik simple nya adalah mencoba memulai dengan memadu padankan setiap kata dengan kata pengganti/sinonim. Dan intinya Dicoba dulu because practice makes perfect πŸ₯°


Fannie Rajib ; 1) Bagaimana caranya agar puisi yg kita ciptakan itu menjadi lebih hidup dan menarik ketika dibacakan oleh orang lain?? Pertama menulis puisi adalah menyampaikan pesan. Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa menulis membutuhkan Ruh dan Ruh itu akan didapat jika tulisan itu dijiwai. Makanya kita perlu menulis dengan hati πŸ₯°
2) Bagaimanakah agar kita lebih percaya diri dalam menulis puisi ?? Kadang saya sering merasa bahwa karya saya itu kurang menarik? Agar PD dalam menulis puisi yaitu dengan menciptakan kata2 unik dalam setiap bait puisi. Sederhana tapi padat makna, tentu tidak akan membuat pembaca bosan.

Luar biasa pertanyaan dan jawaban dari ibu Maydearly, penambahan kosakata dalam berdiksi dengan rajin membaca buku fiksi dan non fiksi dan mengajak mbah Google dalam menambah wawasan berdiksi Ada domain jago kata.com. Disitu terlahir sekumpulan quotes para penulis terkenal yang karya sastranya mengembara dan kaya Diksi sehingga maksimal dalam berseni bahasa. contoh literatur rekomended seperti karya2 Bunda Asma Nadia, beserta karya Bunda Helvi Tiana Rosa yang Diksinya Aduhai. Kedua kakak beradik ini adalah inspirasi narsum dalam menulis.

Adapun Rima dalam puisi, sekarang zaman milenial ini banyak penulis puisi yang tak lagi terpaut Rima dalam karya puisinya. Selama pesan itu sampai, maka itu adalah puisi.

Penulis Sejati adalah:

Ia yang tak pernah putus asa

Ia yang tak pernah menyerah

Ia adalah seseorang yang selalu tersenyum dalam kesedihan

Dan Ia yang selalu menciptakan ide-ide baru πŸ₯°πŸ₯°

Jadilah Penulis Sejati yang karyanya dikenang sampai mati







Demikian materi kita malam ini dari Narasumber yang sangat luar biasa Ibu "maydearly"
Genggam semua ilmu yang telah didapat untuk menjadi bekal berkarya demi keabadian diri
Mari bergandengan tangan untuk menyemarakkan literasi di negeri tercinta. Bersama kita pasti bisa menebar warna indah dalam goresan karya.

Wassalamualaikum wr wb.

See you next time, sobatπŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahagia Menulis" Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset Yogyakarta"

 Resume Pertemuan ke- 20 KBMN PGRI Gelombang 32 Materi                          : Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset ...