Pertemuan ke-7
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32
Materi : Menagatasi Writer’s Block.
Pertemuan : 7
Narasumber : Ditta Widya Utami, S.Pd, Gr
Moderator : Gina Dwi Septiani, S.Pd.,
M.Pd
Penulis : Musdalifah, S.Pd.I
Rabu, 05 Februari 2025
Bismillahirahmanirrahim mengawali resume pertemuan 7 ini.
Seperti halnya langit, kadang bersinar cerah, tapi acapkali
pula tiba-tiba gelap tertutup awan. Begitu pula perjalanan kita dalam berkarya
dan menulis. Mulai dari masalah kesibukan, mood swing, hingga kendala lainnya
yang membuat kita stuck dan jalan di tempat. bingung mau nulis apa lagi buntu.kehabisan ide Itulah yang
sering kita alami. bagaimana mengatasi WRITERS
BLOCK. Gina Dwi Septiani, merupakan alumni KBMN gelombang 27 akan membersamai pertemuan sebagai Moderator dengan Narasumber Ditta Widya Utami, S.Pd, Gr.
Sebelum memulai pemaparan materi bu dita membuat tantangan
memilih tema yang iinginkan oleh peserta KBMN adapun tema-tema sbb:
1. Deep Learning
2. Lagu Anak
3. Senam Anak Indonesia Sehat
4. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat
5. Pagar Laut
6. Gas LPG 3 Kg
7. Karakter Peserta Didik
lebih enak memilih tema yang sesuai dengan pengalaman kita
ujar beliau Disadari atau
tidak, menulis akan lebih mudah bagi kita jika temanya memiliki keterkaitan
dengan keseharian kita, tentang hal-hal yang kita minati atau segala hal yang
pernah kita dengar, lihat atau rasakan. Di luar itu, kita mungkin akan
kesulitan untuk memulai. Perlu usaha yang lebih untuk bisa menyelesaikan
tulisannya.
Tanda-tanda terinfeksi VIRUS WRITER'S BLOCK, berikut:
·
Sulit untuk fokus,
·
Sering berubah
pikiran (karena ide yang terus berkembang)
·
Merasa kurang bersemangat
·
Terlalu sering mengoreksi
tulisan (baik dari diksi, tanda baca, EYD)
·
Khawatir tidak sesuai
harapan pembaca
·
Terlalu banyak tekanan
untuk menulis (dari dalam diri maupun dari luar)
Umumnya writer's block dimaknai sebagai kondisi di mana seorang penulis mengalami kesulitan untuk memulai atau melanjutkan proses menulis. Istilah ini sudah ada sejak tahun 40-an sebetulnya. Dikenalkan oleh seorang ahli psikoanalisis (yang mempelajari pemikiran alam bawah sadar dan perilaku manusia), Edmund Bergler. Pandangan psikologi, dalam sebuah studi dari Yale psychologists pada 1970 dan 80-an yang ditinjau kembali oleh New Yorker, writer’s block merupakan hal konkrit dan dapat diatasi penulis. Dua orang psikolog bernama Jerome Singer dan Michael Barrios melakukan penelitian mengenai fenomena writer’s block ini terhadap para penulis berlatar belakang yang berbeda, mulai dari penyair puisi hingga screen writer. Mereka menemukan penulis yang mengalami writer’s block sedang merasa tidak bahagia. Agar lebih mudah memahaminya, kedua psikolog tersebut membagi empat dasar penyebab ketidak bahagiaan para penulis yang menjadi peserta studi mereka seperti:
1.
Kecemasan
2.
Pemarah
3.
Apatis
4.
Memiliki masalah dg orang lain
Sedangkan hasil penelitian Jerome Singer dan
Michael Barrios yang menunjukkan bahwa writer's block memiliki
keterkaitan dg kondisi psikoligis seseorang. Penulis dan psikolog Susan
Reynolds menyatakan bahwa writer’s block hanyalah sebuah mitos dan bukan
kondisi psikologis sama sekali. Walau begitu, Reynolds mengakui bahwa menulis
adalah proses mental yang menantang.
Lalu apa penyebab terjadinya WRITER'S BLOCK
1.
Merasa takut (seperti takut
bahwa karyanya tidak lebih baik dari orang lain)
2.
Perfeksionis
3.
Tekanan eksternal (contoh
tuntutan untuk membuat tulisan)
Realitanya
tidak hanya penulis pemula yang mengalami writer"s block, ternyata penulis
profesional pun pernah mengalaminya. Writer's Block hal ini bisa terjadi kapan
saja dan dimana saja, bisa terjadi di awal, tengah, maupun akhir kepenulisan.
Bisa terjadi dalam waktu singkat maupun bertahun-tahun.
Menurut Dee Lestari, terdapat 2 kondisi yang termasuk Writer's Block:
1.
Kondisi akut seperti saat kita berjalan lalu tersandung batu kecil. Terkadang
saat menulis, ada "masalah kecil" yang menghambat proses kreatif
kita. Namun, hal ini masih bisa diatasi dengan istirahat sejenak atau mengurai
ide-ide.
2.
Kondisi kronis (besar) dimana kita benar-benar terhalang oleh hal-hal besar saat
menulis sehingga seperti tidak ada jalan keluar.
Setiap
penulis biasanya mengalami kendala yang berbeda-beda. Tentu saja,
langkah atau cara mencegahnya pun berbeda-beda sesuai dengan pilihan penulis
masing-masing.
Nah, Tips mengatasi WRITER'S BLOCK
1.
Istirahat sejenak
2.
Cari suasana baru (seperti
mencari lokasi menulis yang berbeda dari biasanya)
3.
Meminimalkan distraksi
(mematikan HP atau TV selama menulis)
4.
Membaca karya orang lain
5.
Melakukan diskusi
6.
Berolahraga
7.
Melakukan aktivitas lain
selain menulis
8.
Mencoba free
writing/menulis bebas
Kunci dalam
menghapus Writer's Block sangat bergantung pada diri penulis sendiri, tentunya
dengan mengenali akar penyebabnya. Sehingga dapat mengobatinya dengan tepat. Demikian
narasumber menuntaskan materinya.
Menulis bukan tentang selalu lancar, tetapi tentang selalu kembali. Writer’s block hanyalah jeda, bukan akhir. Saat kata-kata terasa jauh, cukup ingat bahwa inspirasi selalu ada di sekitar, di dalam diri, di setiap pengalaman yang menunggu untuk dituangkan dalam tulisan.
Alhamdulillah...Akhirnya dapat menulis resum pertemuan 7 ini, walaupun tidak dapat mengikuti kegiatan sesuai jadwal karena ada urusan yang sangat penting diselesaikan menyangkut masa depan 😍 💪💪

Tidak ada komentar:
Posting Komentar