Minggu, 16 Februari 2025

Bahagia Menulis " Pikirkan Menulis Itu Mudah"

 Resume Pertemuan ke-11

Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32




Materi                         : Menulis itu Mudah

Pertemuan                 : 11

Narasumber              : Prof. Dr. Ngainum Naim, M.Hi

Moderator                  : Muliadi

Penulis                      : Musdalifah, S.Pd.I

 

Jumat, 14 Februari 2025


Menulis itu semudah bernafas...

Menulis itu semudah berbicara...

Menulis itu semudah seorang seniman menarikan kuasnya.

Mencipta sebuah karya. Mengalunkan harmonisasi yang selaras.

 

Lantas, sulitnya di mana?

 

Mindset itu yang akan terbangun setelah kita masuk kelas menulis pertemuan malam ke- 11. Bersama Profesor  ternama pak Ngainun Naim, M.Hi yang akan membagikan ilmunyayang juga seorang guru besar dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Beliau juga seorang penulis yang sangat produktif. Satu karya beliau yang sangat relevan dengan motivasi belajar menulis malam ini adalah buku berjudul “Menulis itu mudah”. Besama Moderator Bapak Muliadi

sebuah mahfudhot atau kata-kata mutiara dalam bahasa Arab Bunyinya: Bidaayatuhu nihaayatuhu. Permulaannya menentukan akhirnya. Kita harus berpikir bahwa menulis itu mudah.. Pikiran ini bisa membawa kita bersemangat menulis. Tidak mudah menyerah saat menghadapi hambatan.

Nah, bagaimana menjadikan menulis itu mudah dan sukses menurut Bapak Prof Ngainum?

  1. menulis mudah itu adalah memiliki mindset di pikiran bahwa menulis itu memang mudah.
  2.  sering berlatih., gagal coba lagi, terkendala terus belatih
  3. apa yang ditulis? Menulis hal-hal yang di ketahui. Jangan mulai menulis dari yang idealis dan rumit. Tapi memulai dari pengalan pengalaman https://www.spirit-literasi.id/2024/06/ ,perjumpaan-tak-terduga.html.https://www.spirit-literasi.id/2024/12/pelajaran-kecermatan.html,
  4. miliki semangat dalam menulis. seperti bahan bakar dengan semangat menulis tanpa henti, perlahan tulisannya semakin berkualitas.
  5.  menulis sesuai dengan kondisi. Jika terbiasa menulis tangan, tulis saja dengan tulisan tangan Tidak perlu memaksa memakai komputer. mengetik ke komputer itu soal teknis. bersiasat menulis di tengah kesibukan kerja yang seolah tanpa jeda. karena menulis itu soal komitmen. BUKAN MENUNGGU WAKTU LUANG TETAPI MELUANGKAN WAKTU. https://www.spirit-literasi.id/2023/06/menulis-tangan-dan-budaya-menulis.html
  6.  rajin membaca. Jika tidak membaca, tidak akan ada yang diproduksi di otak. Membaca tidak harus banyak. Sedikit asal paham itu jauh lebih baik.


Tips  dan motivasi  agar terus menerus bisa menulis.
  • Cara konsisten banyak. Salah satunya adalah diawali dengan dipaksa.Memang ekstrim. Tapi perlu dipahami bahwa semua kebiasaan itu awalnya paksaan.
  • Ide itu dicari, bukan ditunggu. Ide diperoleh dengan banyak membaca, mengamati, dan terus menumbuhkan rasa ingin tahu.Tulis sederhana saja. Pengalaman, misalnya. Itu juga ide. Bisa kunjungi blog saya.Banyak contoh ide sederhana.
  • Biasakan menulis inti apa yang kita baca agar memiliki banyak sumber untuk menulis.2. Ada banyak cara dan tahapan.Salah satunya bisa dibaca di tulisan ini
  • Harus ada spirit yang terbangun dalam diri sendiri.dan Ekstrinsik: misalnya ikut grup semacam ini adalah cara mendapatkan motivasi.
  • Lawan rasa tidak percaya diri. Jangan takut salah. Orang yang mengkritik tulisan kita biasanya tidak punya tulisan. Jadi bangun rasa percaya diri
  • Menulis itu perlu jam terbang. Semakin sering berlatih, sering belajar, maka gaya menulis akan terbangun., Ini tidak bisa instan. Perlu proses secara terus menerus.
  • Kita bisa mengkondisikan lingkungan, suasana hati, dan menikmati proses agar mood selalu sesuai yang diharapkan.

Akhir kata "BAHAGIA MENULIS" BY Musdalifah, Kampar Riau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahagia Menulis" Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset Yogyakarta"

 Resume Pertemuan ke- 20 KBMN PGRI Gelombang 32 Materi                          : Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset ...