Kamis, 06 Maret 2025

Bahagia Menulis" Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset Yogyakarta"

 Resume Pertemuan ke- 20

KBMN PGRI Gelombang 32


Materi                         : Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset                                                                Yogyakarta

Pertemuan                : 20

Narasumber              : Agus Subardana, SE., M.M

Moderator                  : Edmu Yulfizar Abdan Syakura, Gr. M.Pd

Penulis                      : Musdalifah, S.Pd.I

 

Jumat, 07 Maret 2025


Assalamualaikum wr.wb

Siang ini, Moderator kita Bapak Edmu Yulfizar membersamai Peserta Kelas Belajar Menulis  1 jam kedepan. Beliau membuka dengan membuat polling kesiapan Peserta mengikuti kelas

Menerbitkan buku di penerbit Mayor adalah mimpi terhebat  seorang penulis. 

Tentu saja ada beberapa standar dan prosedur yang telah ditetapkan oleh penerbit Mayor. kelas hari ini bersama founder Penerbit PT Andi offset dan temukan trik jitu agar karya kita lolos sampai penerbit Mayor bersama narasumber hebat dan pakar dalam hal penerbitan. Sebelum itu mari kita lihat bersama CV beliau

Profil Agust. Subardana, S.E., M.M.


Nama: Agust. Subardana, S.E., M.M.

Pekerjaan: Direktur Penerbitan di Penerbit ANDI Offset

Pengalaman: Lebih dari 20 tahun di industri penerbitan

Pendidikan: Sarjana Ekonomi (S.E.), Magister Manajemen (M.M.)


Riwayat Karier

- Penerbit ANDI Offset – Mengabdi lebih dari dua dekade, saat ini menjabat sebagai Direktur Penerbitan, berperan dalam mengelola dan mengembangkan strategi penerbitan buku di berbagai bidang.

- Dosen Kelas Malam/Karyawan di STIE Wiyata Mandala Jakarta – Pernah mengajar di kelas malam bagi mahasiswa karyawan, berbagi ilmu dalam bidang ekonomi dan manajemen.

- Narasumber Workshop Penulisan Buku – Aktif diundang sebagai narasumber di berbagai kampus untuk memberikan pelatihan dan workshop tentang teknik penulisan dan penerbitan buku.

- Penulis Buku Teks – Telah menulis berbagai buku di bidang Marketing, Komunikasi Bisnis, Perencanaan Bisnis, dan Digital Marketing, yang digunakan oleh akademisi dan praktisi di berbagai institusi.

Keahlian dan Kontribusi

✔ Manajemen penerbitan dan pengembangan konten akademik

✔ Pengajaran dan pembimbingan mahasiswa serta profesional

✔ Narasumber di berbagai seminar dan workshop penulisan

✔ Penulisan buku akademik dan profesional di bidang bisnis dan pemasaran


Dengan pengalaman panjang di dunia penerbitan, pendidikan, dan kepenulisan, Agust. Subardana, S.E., M.M. terus berkontribusi dalam pengembangan literasi akademik serta mendukung kemajuan dunia bisnis dan pemasaran melalui karya-karyanya

Pendahuluan


Penerbit Andi Offset Yogyakarta adalah salah satu penerbit mayor di Indonesia yang telah lama berkontribusi dalam dunia literasi dan penerbitan. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, Penerbit Andi Offset telah menerbitkan berbagai buku akademik, teknologi, bisnis, dan fiksi.

Banyak penulis ingin bekerja sama dengan penerbit mayor, namun sering kali menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, memahami proses penerbitan di Penerbit  Andi Offset dapat membantu penulis untuk lebih mudah menerbitkan karyanya.Menjadi seorang penulis adalah proses kreatif yang membutuhkan dedikasi, waktu, dan usaha. Namun, setelah naskah selesai, tantangan baru muncul: bagaimana cara menerbitkannya? Bagi banyak penulis, terutama pemula, proses penerbitan bisa terasa rumit dan membingungkan. Penerbit Andi Offset Yogyakarta, sebagai salah satu penerbit mayor di Indonesia, hadir untuk mempermudah penulis dalam mewujudkan karyanya menjadi buku yang siap dipasarkan.

Keuntungan Menerbitkan Buku ke Penerbit Mayor , antara lain : 

- Jangkauan Luas :  Penerbit Andi memiliki jaringan distribusi nasional, sehingga buku dapat menjangkau berbagai toko buku besar , directselling langsung ke Kampus2 dan sekolah serta masuk platform digital.

- Reputasi Terpercaya : Sebagai penerbit mayor, Penerbit Andi Offset memiliki kredibilitas tinggi di dunia penerbitan.

- Proses Penerbitan yang Profesional : Setiap naskah melalui proses editing, layout, dan desain sampul yang profesional.

- Dukungan Pemasaran: Buku yang diterbitkan akan dipromosikan melalui berbagai kanal pemasaran, termasuk media sosial dan pameran buku.

- Royalti yang Jelas: Penulis akan mendapatkan royalti dari penjualan buku sesuai dengan kesepakatan


Proses Pengajuan Naskah di Penerbit ANDI : 


1. Menyiapkan Naskah

- Pastikan naskah sudah rapi dan sesuai dengan kategori yang diterbitkan oleh PT Andi Offset.

- Format standar: font Times New Roman 12, spasi 1.5, dan margin normal.

2. Mengajukan Proposal Buku

- Kirimkan proposal buku yang mencakup sinopsis, daftar isi, target pembaca, dan keunggulan buku.

- Mengirimkan Naskah

- Naskah dapat dikirim melalui email atau platform yang disediakan oleh Penerbit Andi Offset.

3. Proses Seleksi dan Review

- Tim editor akan meninjau naskah dan memberikan feedback kepada penulis.

4. Kontrak Penerbitan

- Jika naskah diterima, penulis akan menandatangani kontrak penerbitan yang mencakup hak cipta dan royalti.

5. Proses Editing dan Produksi

- Naskah akan melalui tahap editing, proofreading, layout, dan desain sampul sebelum masuk ke proses cetak.

6. Pemasaran dan Distribusi

- Buku yang sudah diterbitkan akan didistribusikan dan dipromosikan oleh Penerbit Andi Offset.

7. Menjalin Komunikasi yang Baik

- Jalin komunikasi yang baik dengan tim penerbit. Responsif dan terbuka terhadap masukan atau revisi yang diberikan oleh tim editor.

8. Memahami Proses Penerbitan

- Pahami tahapan penerbitan, mulai dari evaluasi naskah, editing, desain, hingga pencetakan. Hal ini akan membantu penulis untuk lebih sabar dan kooperatif selama proses berlangsung.


Tips untuk Mempermudah Kerja Sama dengan Penerbit

1. Tulis Naskah yang Berkualitas

- Pastikan isi buku menarik, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

2. Ikuti Panduan Penerbit

- Setiap penerbit memiliki kebijakan masing-masing. Pastikan mengikuti ketentuan yang berlaku.

3. Siapkan Proposal yang Menarik.  Proposal yang jelas dan menarik dapat meningkatkan peluang diterima oleh penerbit.

- Judul yang Menarik: Pastikan judul buku mencerminkan isi dan menarik perhatian penerbit.

- Sinopsis yang Jelas: Tulis ringkasan singkat tentang isi buku yang mencakup pesan utama dan keunggulan dibandingkan buku lain.

- Daftar Isi yang Terstruktur: Susun daftar isi yang menunjukkan bagaimana buku disusun secara sistematis.

- Target Pembaca: Jelaskan siapa yang akan menjadi pembaca utama buku ini dan mengapa mereka akan tertarik membacanya.

- Keunggulan Buku: Sampaikan apa yang membuat buku ini berbeda dan memiliki nilai lebih dibandingkan buku lain di pasar.

- Profil Penulis: Cantumkan biodata singkat, pengalaman menulis, serta alasan mengapa Anda layak menulis buku ini.

- Rencana Pemasaran: Jika memungkinkan, berikan gambaran bagaimana Anda bisa membantu dalam mempromosikan buku, misalnya melalui media sosial atau jaringan profesional.

4. Bangun Portofolio dan Branding Pribadi

- Aktif di media sosial dan komunitas literasi dapat membantu meningkatkan daya tarik sebagai penulis.

5. Terbuka terhadap Masukan Editor

- Kerja sama yang baik dengan editor akan mempercepat proses penerbitan.

6. Kenali Pasar: Pahami kebutuhan dan minat pembaca agar buku yang ditulis memiliki nilai jual.

7. Jaga Konsistensi: Tetap konsisten dalam menulis dan mengikuti perkembangan tren literasi.

8. Bangun Jaringan: Manfaatkan media sosial dan komunitas penulis untuk mempromosikan karya dan membangun relasi.


Tulisan Naskah yang berkualitas , antara lain : 

- Riset Mendalam: Sebelum menulis, lakukan riset yang cukup untuk memastikan isi buku akurat dan berbobot.

- Struktur yang Jelas: Pastikan naskah memiliki alur yang runtut, mulai dari pendahuluan, isi, hingga kesimpulan.

- Gaya Bahasa yang Sesuai: Gunakan bahasa yang sesuai dengan target pembaca, baik formal maupun santai, tergantung pada jenis buku.

- Orisinalitas: Hindari plagiarisme dan berikan nilai tambah dengan sudut pandang unik.

- Editing Mandiri: Sebelum mengirim ke penerbit, lakukan self-editing atau minta bantuan proofreader untuk memastikan kualitas tulisan.

Kriteria Jumlah Halaman 

- Buku Akademik dan Referensi: Biasanya memiliki 150 - 500 halaman tergantung pada kompleksitas materi.

- Buku Fiksi: Novel umumnya memiliki 100 - 300 halaman, tergantung pada genre dan target pembaca.

- Buku Non-Fiksi Populer: Berkisar antara 100 - 250 halaman agar tetap menarik dan tidak terlalu padat.

- Buku Anak-anak: Biasanya berkisar antara 24 - 100 halaman dengan ilustrasi pendukung.

- Kompilasi atau Antologi: Bisa memiliki 100 - 400 halaman tergantung jumlah kontribusi penulis.

- Pastikan Format Sesuai: Gunakan standar layout yang umum digunakan penerbit, seperti margin 3 cm dan ukuran font yang nyaman dibaca.

Minimal exsemplar buku di Penerbit Mayor PT.Andi Offset

- Permintaan Khusus minimal : 200 exs

- Cetak reguler : 1.500 exs


Clossing dari Narasumber Bapak  Agust. Subardana, S.E., M.M.

Penerbit Andi Offset Yogyakarta hadir sebagai mitra terpercaya bagi penulis yang ingin menerbitkan karyanya dengan proses yang lebih mudah dan profesional. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh penerbit, penulis dapat fokus pada proses kreatif tanpa perlu khawatir tentang hal-hal teknis penerbitan. Mari wujudkan impian menjadi penulis sukses bersama Penerbit Andi Offset Yogyakarta!

Alhamdulillah  KBMN finish 20 pertemuan, bahagia rasanya dapat menyelesaikan tugas.😍😊

Selasa, 04 Maret 2025

Bahagia Menulis " Mengelola kegiatan literasi sekolah, lengkap dengan rapor literasi"

 Resume pertemuan ke- 19

KMBN PGRI Gelombang 32


Materi                         : Mengelola kegiatan literasi sekolah, lengkap dengan rapor literasi

Pertemuan                : 19

Narasumber              : Bambang Purwanto, S.Kom, Gr

Moderator                  : Yandri Novita Sari, S.Pd

Penulis                      : Musdalifah, S.Pd.I

 

Selasa, 04 Maret 2025

Mengapa kegiatan literasi sangat penting diterapkan di sekolah?

Literasi dapat menjadi sarana bagi siswa dalam mengenal dan memahami ilmu yang didapatkan di sekolah. 

Sekolah bagaikan habitat yang tepat, bagi tumbuh kembangnya sebuah literasi. Sedangkan literasi menjadi ruh penggerak bagi sebuah sekolah untuk berkemajuan. Dua hal yang saling terkait satu sama lain. Lantas bagaimana cara mengelola kegiatan literasi di sebuah sekolah? Hari ini kita akan belajar langsung dengan pakar literasi dari sekolah ternama.  Bapak Bambang Purwanto, atau Mr. Bams penjelasan materi ke-19 dengan Tema Mengelola Kegiatan Literasi Sekolah, Lengkap dengan Rapor Literasi. berikut pengalaman beliau:

1. Tentang program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS pertama kali dicanangkan saat bapak Menteri Pendidikan Anis Baswedan pada tahun 2015-2016. Saat itu program GLS, dengan membaca buku 15 menit sebelum belajar, merupakan kegiatan untuk penumbuhkembangan budi pekerti.

2. SMP Taruna Bakti mulai tahun 2016 telah melakukan kegiatan literasi dengan membaca buku 15 menit sebelum belajar di jam pertama. Evaluasi dari Kepala SMP Taruna Bakti saat itu Bapak Insan Waluyo, mengganti waktu masuk sekolah dari pukul 07.00 WIB menjadi 06.45. Tujuan dari penggantian waktu ini adalah agar waktu pembelajaran jam pertama tidak terambil oleh kegiatan literasi.

3. Koordinator Literasi SMP Taruna Bakti dari dulu sampai sekarang, bisa dilihat di link sebagai berikut  :https://literasi-smp.tarunabakti.sch.id/koordinator-literasi-smp-taruna-bakti-2016-sampai-sekarang/

4. Saat melaksanakan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) kami menggunakan blog wordpress terlebih dahulu, tidak seperti sekarang yang sudah menggunakan website dengan domain https://literasi-smp.tarunabakti.sch.id/

5. Blog literasi SMP Taruna Bakti awalnya adalah https://literasismptarbak.wordpress.com/

6. Saat kondisi covid pun kegiatan literasi tetap berjalan. Di awal-awal kegiatan literasi hanya fokus membaca buku setiap harinya. Pengecekan pun dilakukan dengan melakuakn door to door ke tiap kelas. Siapa yang tadi pagi membaca buku ? begitu tanya saya ke setiap kelas. Bahkan anak-anak sudah terbiasa, kalau saya masuk kelas mereka sudah mengangkat tangan, 

7. Saat saya menjadi Koordinator Literasi tahun ajaran 2018-2019, maka saya mencoba menggunakan amanah jabatan ini untuk merubah kegiatan dari hanya membaca buku dengan beragam kegiatan setiap harinya. Saat ini kegiatannya seperti ini 

Senin : Membaca Buku Kitab Suci

Selasa : Mendegengarkan Cerita dari Youtube atau Audio

Rabu : Membaca Buku Pilihan

Kamis : Seputar Kata, Kalimat dan Angka

Jumat : Menulis Cerita Bebas atau Curahan Hati (Curhat)

8. Saat menjadi Koordinator Literasi di tahun 2019, sekolah kami mendapatkan Penghargaan


9. Setiap anak, bila telah melaksanakan kegiatan literasi, maka mereka input di link yang sudah disiapkan. Satu kali input mendapatkan Poin Literasi sebanyak 1 dan diakumulasikan setiap bulannya. Mereka biasanya membuka link http://s.id/GLSSMPTARBAK

10. Selain kegiatan rutin yang dilakukan setiap pagi di kelas, maka sebulan sekali kami atur secara bergiliran di lapangan upacara kegiatan Membaca Buku Bersama. Misalnya kelas 7 di lapangan membaca bersama, maka kelas 8 dan 9 di kelas dengan menu literasi harian.

11. Selama menjadi Koordinator Literasi di SMP Taruna Bakti ini terus bepikir bagaimana kegiatan ini berjalan dengan baik, berdampak positif dan selalu mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk orang tua. Konsep Poin Literasi saya sebut POLITERA saya perkuat dengan membuat Jurnal Ilmiah

12. Selain kegiatan harian, ada juga kegiatan :
  1.  Tes Kecepatan Efektif Membaca (KEM)
  2.  Pengumpulan Tantangan Karya Literasi
  3.  Pendataan Jumlah Buku yang dibaca setiap Semester

13. Data-data dari berbagai kegiatan ini saya buat Rapor Literasi Rapor ini diberikan sejak TA 2023-2024 Semester Genap. Jadi sudah 2 kali dibagikan bersama Rapor Akademis, terakhir pada pembagian Rapor TA 2024-2025 Semester Ganjil. Bentuknya seperti ini


14. Untuk menjadikan Rapor Literasi ini, tidaklah mudah. Perjuangan panjang harus dilalui dengan presetasi dihadapan semua guru dan manajemen sekolah. Bahkan dilakukan pada saat TA 2023-2024 semester ganjil, hanya saat itu keputusannya ditunda sampai semester genap. Ibu Kepala Sekolah Ibu Detty Nurwendah, M.Pd memberikan kesempatan untuk memberikan Rapor Literasi bulanan terlebih dahulu bersama Rapor Akademis Bulanan. Pemberian dokumen ini berjalan aman, tidak ada komplen dari orang tua murid.

15. Puncak tertinggi bagi saya saat Rapor Literasi ini saya daftarkan ke Kementrian Hukum untuk mendapatkan Hak Cipta. Alhamdulilah mengajdukan dari bulan Oktober 2024 dan saya coba urus kembali di bulan Februari 2025 terbitlah Hak Ciptanya.

Closing Statemen Mr. Bams kepada semua peserta KBMN gelombang ke-32.


Kegiatan Literasi di sekolah masing-masing akan bisa berjalan bila ada guru yang mau melibatkan diri mengelola kegiatan literasi di sekolah. Cukup guru yang mau, bukan guru yang bisa , pintar tapi tidak mau. Guru yang memiliki Motivasi yang dilanjutkan dengan Aksi yang membuat sekolahnya Unggul.

Jadilah GURU MAU (Motivasi - Aksi - Unggul)

Bila lelah menjadi GURU maka minu,mlah AQUA agar Aku ada Untukmu, bila AQUA tidak ada carilah AMIDIS agar Aku Mikirin Dirimu Selalu, bila keduanya tidak ada maka carilah YAKULT, Ya Kulihat Cinta dimatamu.

Semoga semuanya selalu bahagia, dengan memberikan yang terbaik dimanapun tanpa mengenal waktu. 

Sesuai dengan Motto beliau:
Mengisi Hidup Penuh Hikmah (Mr. Bams)

MasyaAllah luar biasa materi disiang hari ini, dengan pengalaman narasumber memacu kita untuk lebih meningkatkan literasi terutama penerapan literasi dilingkungan sekolah kepada siswa, dan rekan guru.
Terimakasih Mr. Bams......



Senin, 03 Maret 2025

Bahagia Menulis " Cara cepat membuat kaidah pantun

 Resume Pertemuan k1- 18

KBMN PGRI Geombang 32


Materi                         : Kaidah Pantun

Pertemuan                : 18

Narasumber              : Miftahul Hadi, S.Pd

Moderator                  : Lely Suryani, S.Pd., SD

Penulis                      : Musdalifah, S.Pd.I

 

Senin, 03 Maret 2025


Masak lak sa pakai minyak Zai tun

Minyak Jelan tah padat le mak

Saat pua sa belajar Pan tun

 Bersama Pak Mif tah dari De mak


Duduk di lan tai beralas kela sa

Sambil mera mu bumbu klu ban 

Walau San tai  di bulan  pua sa

Mencari il mu tetap kewaji ban

 

Ahayyy siapa yang tak suka dengan pantun. 

Bahasanya unik, menarik dan terkadang sedikit menggelitik. 


Pantun adalah warisan budaya Indonesia. Tradisi Pantun telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda oleh UNESCO tanggal 17 Desember 2020.


Jadi sebagai langkah untuk turut menjaga warisan budaya, mari kita berpantun. Masih ragu cara menulis pantun??? Tak apa... Setelah masuk kelas hari ini, dijamin menulis pantun semudah bersiul. 

Acara dibuka oleh Moderator kita Ibu Lely dengan pantun cantiknya

Sungai ka nal ada bua ya

Ayam Cema ni jadi sande ra

Salam ke nal dari sa ya 

Lely Surya ni dari Banjarnega ra

Pantun menurut para Ahli

Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019). Tuntun (Pampanga): teratur, Tonton (Tagalog): mengucapkan sesuatu dengan susunan yang teratur, Tuntun (Jawa Kuno): benang, Atuntun: teratur, Matuntun: pemimpin, Panton (Bisaya): mendidik, Pantun (Toba); kesopanan atau kehormatan (Hussain, 2019). Pantun berasal dari akar kata “TUN” yang bermakna “baris” atau “deret”. Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai “Panutun”, oleh masyarakat Riau disebut dengan “Tunjuk Ajar” yang berkaitan dengan etika (Mu’jizah, 2019). Pantun adalah termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi (Yunos, 1966; Bakar 2020). Pantun merujuk kepada sesuatu yang teratur dan lurus, baik secara maujud (konkrit) maupun mujarad (abstrak) serta bertujuan memimpin, mendidik, dan memberikan panduan (Harun Mat Piah dalam Bakar, 2020). Pantun adalah termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi (Yunos, 1966; Bakar 2020).Pantun dengan akar kata “TUN” adalah sebagai kiasan atau perumpamaan dengan maksud mengandungi unsur-unsur pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019).Kamus Bahasa Melayu Nusantara (2003) menjelaskan bahwa Pantun adalah sejenis peribahasa yang digunakan sebagai sindiran.


Pantun merupakan salah satu kekayaan seni verbal seperti Beberapa pertunjukan pantun bersifat narasi, misalnya Kentrung di Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan struktur "pantun" untuk menceritakan kisah-kisah sejarah keagamaan atau sejarah lokal dengan iringan genderang.berbicara kentrung, berikut penggiat kesenian kentrung dari Demak yang terkenal.https://www.youtube.com/watch?v=YStl3VmOvIc. Pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda secara nasional pada tahun 2014. Pantun diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis (17/12/2020). Suatu kebanggaan pantun tidak hanya dikenal di indonesia namun Negara tetangga sepeti Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand juga mengenal dan mencoba melestarikan pantun

Fungsi pantun

Pertama Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir.melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. 

Kedua Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata.


Ciri-ciri pantun

Satu bait terdiri atas empat baris

Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata

Satu baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata

Bersajak a-b-a-b

Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang

Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud





Minggu, 02 Maret 2025

Bahagia Menulis " Menulis Buku Bigrafi"

 Resume Pertemuan ke - 17

KBMN PGRI Gelombang 32


Materi                         : Menulis Buku Biografi

Pertemuan                : 17

Narasumber              : Lely Suryani, S.Pd.SD

Moderator                  : Ahmad Sholeh, S.Pd., Gr

Penulis                      : Musdalifah, S.Pd.I

 

Jumat, 28 Februari 2025


Assalamuaaikum wr.wb....

Salam bahagia sahabat penulis Nusantara....

Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Biografi merupakan salah satu cabang sastra dan karya tulis yang berisi kisah nyata tentang seorang tokoh. 

Lantas apakah harus menjadi tokoh yang berpengaruh untuk memiliki biografi? 

No.. Siapapun kita jadikan kisah kita abadi dalam karya. Dengan menulis,  suaramu takkan padam ditelan angin. Akan abadi sampai jauh di kemudian hari. 

Yuk bikin warisan karya tentang kita untuk anak cucu kita kelak. Biarkan tulisan kita bergema dalam dinding-dinding waktu dan zaman. 

Kita akan didamdampingi Narasumber kita yang luar biasa, dengan materi "MENULIS BUKU BIOGRAFI". Ibu LELY SURYANI, S.Pd.SD Kelahiran Banjarnegara,  25 Juli 1972   Beliau bertugas SD Negeri 1 Gumelem Kulon Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah Lulusan KBMN Gelombang 23



Biografi adalah sebuah tulisan atau kisah yang menceritakan tentang kehidupan seseorang, baik itu tentang latar belakang, pengalaman, prestasi, maupun perjuangan yang dilakukannya. Biografi biasanya ditulis berdasarkan fakta dan data yang akurat tentang kehidupan orang tersebut.

Autobiografi adalah sebuah tulisan atau kisah yang menceritakan tentang kehidupan penulisnya sendiri. Dengan kata lain, autobiografi adalah biografi yang ditulis oleh orang tersebut sendiri Autobiografi biasanya memuat pengalaman, perasaan, dan pemikiran penulis tentang kehidupannya sendiri.









Clossing Bu Lely sbb:

Ilmu datangnya sedikit demi sedikit, demikian juga penerapannya. 

Dimulai dari hal kecil dulu, kemudian setelah dinilai ada plus2nya di sana, kita tingkatkan lagi gradenya..

Praktik Menulis Biografi juga begitu adanya, sebagai latihan, bisa menuliskan kisah orang terdekat, jika sudah merasa terampil bisa menulis kisah tokoh terdekat, lama2 jika konsisten, tak menutup kemungkinan bisa menulis kisah personil SUKATANI yang sedang viral.. 

Untuk mendapatkan income dari menulis biografi, memang tidak serta merta bisa lakukan oleh pemula, maka untuk menjadi penulis biografi terkenal dan tokoh terkel yang dituliskan, harus bertahap dengan jam terbang yang terus ditingkatkan..

Kiranya jangan semua dinilai dengan uang, karena ilmu yang bermanfaat tidak identik dengan banyaknya uang yang di dapat.. 

Hal itu berhubungan dengan kerja keras, kerja cerdas, konsistensi dan jaga komitmen.. baru pada akhirnya bisa menikmati hasilnya.

Alhamdulillah Pertemuan ke 17 ini sangat bermanfaat terutama bagi saya sebagai penulis pemula dapat pencerahana bagaimana menulis buku biografi.











Bahagia Menulis" Pemanfaataan Buku Digital Dalam Pembelajaran"

 Resume ke 16

KBMN PGRI Gelombang 32


Materi                         : Pemanfaataan Buku Digital Dalam Pembelajaran

Pertemuan                : 16

Narasumber              : Nur Dwi Yanti, M.Pd

Moderator                  : Raliyanti

Penulis                      : Musdalifah, S.Pd.I

 

Rabu, 26 Februari 2025

Setiap Zaman ada Masanya

Seperti yang kita ketahui saat ini adalah era digital. Kehadirannya menggeser segenap aspek kehidupan. 
Demikian buku yang berbahan paper sekarang mulai mengalami perubahan menjadi buku digital. 
Buku digital atau yang biasa disebut E-Book dinilai memiliki tingkat kepraktisan yang tinggi. 
Kehadirannya yang menarik, interaktif dan modern menggelitik gen Z dan gen Alpha untuk mengenalinya.  Tinggal kita sebagai pendidiknya, apakah kita akan stay di zona nyaman, ataukah ikut bergerak sesuai zamannya. 

Narasumber yang memiliki segudang pengalaman dalam menulis dan memiliki prestasi dalam menulis karya ilmiah serta sebagai guru berprestasi beliau juga pernah meraih juara dalam lomba blog dan masih banyak prestasi lainnya yang sudah di raih.

Buku digital menjadi representasi kemajuan fitur interaktif dan kepraktisannya sangat mendukung literasi sehingga buku digital semakin optimal dalam menyebarkan pengetahuan global sehingga budaya membaca dapat terlihat jelas di dalam pembelajaran. 

Peran Teknologi dalam Dunia Pendidikan

Perkembangan teknologi telah mengubah kita untuk mengakses informasi dengan cepat dan efisien. Salah satunya melalui buku digital atau e-book. Dalam dunia pendidikan, buku digital menawarkan berbagai manfaat yang signifikan bagi siswa, guru, dan institusi Pendidikan.

Keunggulan buku digital untuk pembelajaran lebih efektif, sebagai berikut

1. Praktis dan mudah di bawa

Ringkas: Buku digital tidak memerlukan ruang fisik yang besar. Anda dapat membawa ratusan bahkan ribuan buku dalam satu perangkat kecil seperti tablet atau smartphone.

Hemat Ruang: Tidak perlu lagi rak buku yang besar. Semua buku tersimpan rapi dalam perangkat digital.


Ada Beberapa Jenis Buku Digital yang dapat menunjang Pembelajaran


Bagaimana agar pemanfaatan buku digital efisien untuk pembelajaran?

Pertama ,tentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Apakah untuk memahami konsep baru, memperdalam pengetahuan, atau sekadar mencari informasi tambahan?

Kedua, sesuaikan buku digital dengan tujuan pembelajaran, minat, dan tingkat pemahaman audience (peserta didik). dari tujuan pembelajaran, maka kita dapat melakukan beragam kegiatan kepada peserta didik dengan memanfaatkan buku digital.

Ketiga, pilih format buku digital yang sesuai dengan perangkat yang akan/dapat diakses oleh peserta didik atau pendidik.

Bahkan kita dapat mengajak partisipasi peserta didik dalam merancang dan membuat buku digital. Ajak peserta didik untuk mengembangkan ide gagasan, baik berupa tulisan atau gambar.

Sesuaikan dg tingkat kemampuan dan sarana yang ada. Jika sekolah memiliki perangkat multimedia, maka peserta didik dapat memanfaatkan aplikasi gambar atau voice record sebagai fitur tambahan

Jika memliki keterbatasan maka dapat memanfaatkan buku gambar, kertas dan media lain yang kemudian dapat kita dokumentasikan serta disusun menjadi rancangan buku digital.

Berikut adalah buku digital yang dapat diakses gratis, sebagai bahan referensi atau untuk memperoleh informasi dalam proses pembelajaran



Clossing ibu narasumber "Dengan menulis akan membawa kisah, melalui teknologi akan ada jejak digital menyebarkan kisah kita'.



Bahagia Menulis " Persiapan Usha Penerbitan Buku"

 Resume ke - 15

KBMN PGRI Gelombang 32




Materi                         : Usaha Penerbitan Buku

Pertemuan                : 15

Narasumber              : Mukminin, M.Pd

Moderator                  : Sigid PN, SH

Penulis                      : Musdalifah, S.Pd.I

 

Senin, 24 Februari 2025


Kemana muara tulisan yang kita rangkai?

Tulisan yang kita tenun dari huruf menjadi bait dan kata. 


Tentu kita ingin mahakarya kita sampai kepada pembacanya. 

Lantas bagaimanakah caranya?

Kita butuh usaha penerbitan buku agar karya kita bisa tergenggam erat.

Saat ini mudah menemukan usaha penerbitan buku di mana-mana. Tapi percetakan dan penerbitan seperti apa yang pas di kantong dan membuat karya kita tampil menawan?


Malam ini kita akan menemukan jawabannya. Bersama founder penerbitan buku yang tak asing lagi gaungnya di telinga penulis. Profil beliau sbb:

Mukminin, S.Pd.,M.Pd. Lahir secara "de yure" di Jombang, 6 Juli 1965. Tetapi secara "de facto" lahir Jombang 12 Oktober 1965 dari pasangan Sukarno + Suwati (Alm.)  Lulusan SDN dan SMP Segodorejo  Sumobito 1979, Lulus SPN Jombang 1985,  Lulus D2  IKIP NEGERI Surabaya th.1987. Lulus S 1 IKIP PGRI Tuban 1998. Lulus S 2 UNISDA LAMONGAN 2012. Jurusan Bahasa dan Sarta Indonesia. 

Pekerjaan :

1.Guru (PNS ) di SMP I Kedungpring Lamongan sejak 1989-2023 (34 th) sampai sekarang.  

2. Konsultan Umroh VIP dan Haji Plus PT. ARMINAREKA PERDANA CABANG LAMONGAN 2014 - sekarang  

3. Penulis buku di usia 55 tahun 

4. DIREKTUR PENERBIT BUKU KAMILA PRESS LAMONGAN 

5. Pengalaman Berorganisasi:

A. Pengurus PGRI Kec. Kedungpring 

B. Pengurus Rumah Virus Literasi dengan Founder Dr. Much. Khoiri, M.Si.  


6. Pengalaman Lain: 

A. Menjadi Nara sumber belajar menulis online di WA grup PGRI asuhan Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd., ( Om Jay) hingga saat ini. 

B. Menjadi Founder dan nara sumber di Pelatihan menulis buku ber-ISBN bersama tim Ibu Noralia Purwa Yunita ,  hingga saat ini Sudah berjalan 8 gelombang.

C. Ketua Pelaksana KOPDAR I RVL (Rumah Virus Literasi) Launching dan Workshop Menulis dan Menerbitkan Karya Buku di BBGP Yogyakarta 21-23 Oktober 2022. (Founder Drs. Much. Khoiri, M.Si.Dosen Unesa ).

D. Ditunjuk Menjadi Tim Pengembang Puisi 2.0 JawaTimurtdan Indonesia bagian Timur bersama Drs. H.Hariyanto Blitar oleh Penggagas Puisi 2.0, Dr. Endang Kasupardi, M.Pd. 


D. Panitia Pelaksana KOPDAR II RVL (Rumah Virus Literasi) Launching dan Workshop Menulis dan Menerbitkan Karya Buku di BBPPMPV SENI DAN BUDAYA Yogyakarta 24-25 Juni 2023. (Founder Drs. Much. Khoiri, M.Si.Dosen Unesa )


.2. Profesi yang membanggakan adalah  sebagi Konsultan Umroh VIP dan Haji Plus PT. Arminareka Perdana Jakarta. Sebagai  Ketua Cabang Pembantu Arminareka Lamongan sejak 2014, setelah pulang haji hingga sekarang. Dengan mengurus pemberangkatan Umroh VIP dan Haji Plus. Mulai 2014 hingga sekarang lebih kurang 1000 jamaah Umroh telah diberangkatkan.  Sehingga insyaallah tiap tahun Pak Mukminin berangkat memimpin umroh ke tanah suci Makah dan Madinah bersama istrinya.  


3. Profesi sebagai Direktur (OWNER) Penerbit Buku C.V. Kamila Press sekaligus sebagai EDITOR BUKU sejak 2019 hingga kini,  yang melayani Penerbitan buku lebih dari 400 judul dari guru-guru seluruh Indonesia dan umum, juga penerbitan majalah, dan kalender.


B.  Pengalaman Dalam Negeri:

 1. Sebagi pengurus PGRI Kec. Kedungpring 

2. Pengurus Rumah Virus Literasi1

3. Menjadi Nara sumber belajar menulis online KBM di WA grup PGRI Pusat  asuhan Bapak Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd., (Om Jay), sejak 2020 hingga kini.

4.  Menjadi Founder dan nara sumber di Pelatihan menulis buku ber-ISBN bersama tim Ibu Noralia Purwa Yunita dari Semarang,  sudah berjalan 8 gelombang.

5. Pengurus Rumah Virus Literasi dan  Ketua Pelaksana KOPDAR I RVL (Rumah Virus Literasi) Launching dan Workshop Menulis dan Menerbitkan Karya Buku di BBGP Yogyakarta 21-23 Oktober 2022. (Founder Drs. Much. Khoiri, M.Si. Dosen Unesa ).

C. Pengalaman Luar Negeri: 

1. Haji Akbar 2014 ( 3 Oktober 2014)

2. Wakil TL (Tour Leader) Umroh Arminareka Perdana 03 Januari 2017 dengan memimpin jamaah umroh satu Bus.

3. TL (Tour Leader) Umroh Arminareka Perdana 18-26 Desember 2017 memimoin rombongan umroh satu bus. 

4. TL (Tour Leader) Umroh 15-23 Desember 2018 memimpin jamaah umroh  satu bus. 

5. TL (Tour Leader) Umroh Arminareka Perdana 05-16 November 2022 memimpin jamaah umroh  dua bus dengan istri. 

6. TL (Tour Leader) Umroh Awal Ramadhan 20-31 Maret 2023 memimpin jamaah umroh 1 bus dengan gabungan dari Makasar. 

D. Memberi lebih 70 Kata Pengantar Buku Ilmu Pengetahuan, Fiksi, dan Puisi.


7. PENGHARGAAN:

1. Tanda Kehormatan SATYALANCANA KARYA SATYA XX TAHUN (PERAK) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2010.

2. Tanda Kehormatan SATYALANCANA KARYA SATYA XX XTAHUN ( EMAS)  dari Presiden Joko Widodo tahun 2023.

3. Anugrah Parasamnya Suratma Nugraha (Guru Penggiat Literasi) dari KPPJB ( Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat)  17 November 2021.

4. Anugrah Parasamnya Susastra Nugraha (Guru Penulis) dari PKKJB (Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat)  17 November 2021. 

5. Penghargaan dari Founder Rumah Virus Literasi sebagai Penulis Terproduktif Juara 1,2, dan 3 selama 6 bukan dari Januari hingga Juni 2024

6.Pemecah Rekor Muri Penulis Buku Antologi KARNINA ASEAN 2024

8. Karya Buku, menulis 58 buku ( 10 buku Solo dan 48 buku antologi) 

a Sembilan (10) buku solo /karya pribadi: 

1.55 Pantun Nasihat (Kelompok Majas, 2020; 

 2.Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal Bersama Para Pakar (Kamila Press 2020);

3.Kidung Hati (Kamila Press Lamongan, 2021)

 4. LARON Kumpulan Puisi 2.0 (Kamila Press, 2022); 

5.Nusantara Berpantun Antologi 65 Pantun Nasehat (Kamila Press 2022);

6.Dari Pengantar Jadi Buku (Kamila Press 2022);  

7Menjaring Lailatul Qadar kumpulan P.20 (Kamila Press, 2023): 

8.PENANGGALAN PUTIBA PUTIBAR (Kamila Press, 2023.

9. Sajak-Sajakku di Relung Waktu, Kamila Press Mei 2024. 

10. Karmina Warisan Budaya Bangsa, Kamila Press 2024 ( maju ISBN).

B. Buku Duet:

 

KIAT MUDAH MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU. NORALIA PURWA YUNITA, MUKMININ: Kamila Press:2021.

Yang perlu dipersiapkan jika ingin mempunyai USAHA MENERBITKAN BUKU?

1. Kantor (ruangan khusus di rumah) atau bisa toko terpisah dari rumah. 
2. Tenaga ahli / karyawan  minimal 2 orang sebagi Layouter (tukang layout buku) dan bisa desain buku (Cover buku) dan harus paham tata bahasa Indonesia ( EYD/PUEBBI) sebagai editor. 
3. Punya langganan Percetakan (sebagai Member Percetakan) atau bergabung dengan percetakan besar, jika belum punya mesin  percetakan sendiri. 
4. Modal secukupnya atau sedang untuk biaya operasional. 
5. Harus punya izin resmi CV. Mengajukan ke dinas perizinan usaha di kabupaten. 
6. Harus punya website berbayar
7. Harus ulet dan tahan banting dengan melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Pelanggan sebagai raja. 
8. Selalu berinovasi mengikuti perkembangan.
9. Yakin usaha kita lancar dan sukses dengan ihtiyar, kerja keras dan selalu berdoa kepada Allah SWT. Ingat DUIT (Doa, Usaha, Ihtiyar, Tawakkal).





Bahagia Menulis " Teknik Writing By Heart"

Resume ke 14

KBMN PGRI Gelombang 32



Materi                         : Writing By Heart

Pertemuan                : 14

Narasumber              : Mutmainah, M.Pd

Moderator                  : Widya Arema

Penulis                      : Musdalifah, S.Pd.I


Jumat, 21 Februari 2025

Pertemuan ke 14 Kelas Menulis hadir seorang narasumber inspiratif, Mutmainah, M.Pd, seorang kepala madrasah yang memiliki hobi menulis dan telah menerbitkan banyak karya, baik dalam bentuk buku solo maupun antologi. Pengalaman dan prestasinya sebagai penulis terbaik 2023 dalam nominasi The Best Author versi KBMN menjadi bukti bahwa menulis dengan hati dapat membawa dampak besar.

Ibu Narasmber Mutmainah menegaskan bahwa menulis adalah tentang pemahaman diri sebelum memahami orang lain. "Penulis yang punya rasa akan menjadi sensitif dan mampu menangkap banyak hal. Efeknya, tulisannya akan menjadi lebih dalam dan bermakna bagi pembaca."


Tulisan yang lahir dari hati akan menemukan jalannya ke hati yang lain."

BAAAM! Dari jarak sepuluh kilometer, melesat keluar dari dalam lautan seekor ikan raksasa-setidaknya bentuknya masih mirip ikan. Masih jauh, tapi sudah terihat besar sekali, lebih besar dibanding gurita yang mengejar kami beberapa hari lalu. Ikan ini memiliki enam tanduk, ekornya panjang dengan sirip-sirip melengkung bagai surai. Kulitnya berwarna kuning keemasan, memantulkan cahaya matahari. Aku mengeluh, tidakkah urusan ini  bisa lebih mudah? Kami bertiga masih dalam kondisi terikat, tidak bisa meloloskan diri, tidak bisa bergerak, ditambah lagi ikan raksasa ini.

            “BAAAM!Lima belas detik terbang di udara, ikan raksasa itu berdebam kembali memasuki lautan, membuat ombak tinggi, bagai gelombang tsunami puluhan meter. Hitungan detik, gelombang itu tiba, kapal kami yang terikat jangkar, terbanting kesana-kemari. Hanya karena jaring perak mengunci tubuh kami ke lantai kapal, kami tidak terlempar ke lautan. Tapi itu tetap tidak bisa melindungi dari lidah ombak, yang segera membuat kami basah kuyup. 

(Tere Liye dalam Komet Minor)


Apa itu Writing by Hearth? 


Sejatinya menulis adalah ketrampilan tertinggi setelah membaca dan berbicara. 

Menulis dengan hati artinya jadikan hati sebagai inspirasi saat menulis. Jadikan hati sebagai sumber untuk mengolah ide dan inspirasi yang disampaikan melalui tulisan. 

Otak dan pikiran hanyalah alat dari proses menulis yang bersumber dari hati tersebut.


Menulis adalah cara untuk mendokumentasikan kehidupan. Seperti yang dikatakan oleh Widya Arema, salah satu mentor di KBMN 32, "Menulis sejatinya adalah membuat sejarah, bahwa kita pernah hadir di bumi ini." Dengan menulis, kita membangun warisan yang akan dikenang.

Teknik Menulis dengan Hati

  1. Libatkan Emosi Tulislah dengan perasaan yang jujur. Jika sedang bahagia, biarkan kebahagiaan itu mengalir dalam kata-kata. Jika sedang sedih, biarkan kepedihan itu terasa di setiap paragraf.
  2. Gunakan Panca Indera Biarkan pembaca ikut merasakan suasana dalam tulisan Anda. Deskripsikan suasana dengan detail, gunakan indra penglihatan, penciuman, pendengaran, dan perasaan untuk memperkaya narasi.
  3. Tulis Sesuatu yang Disukai Menulis sesuatu yang disukai akan membuat tulisan lebih mengalir dan penuh semangat. Sebaliknya, jika menulis dengan paksaan, tulisan akan terasa hambar dan tanpa nyawa.
  4. Jangan Mengharap Pujian Menulis dengan tujuan mendapatkan pujian akan membuat tulisan kehilangan esensinya. Niatkan menulis sebagai bentuk ekspresi dan ibadah untuk berbagi manfaat dengan orang lain.
  5. Kenali Pembaca (Who) dan Tujuan Tulisan (Do) Sebelum menulis, kenali siapa yang akan membaca tulisan Anda. Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan target pembaca agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik.
  6. Perbanyak Membaca Membaca adalah bahan bakar bagi seorang penulis. Semakin banyak membaca, semakin kaya akan ide, kosakata, dan referensi dalam menulis.
  7. Jujur Mulutmu bisa berbohong tapi tulisanmu tidak. Kata orang apa yang tertulis tak mampu berbohong bahwa tulisan adalah isi hati penulis, saat matamu bisa berbohong maka tulisanmu tidak, artinya tulisan kita adalah gambaran dari kita.
  8. Konsisten Kata ini sangat mudah dikatakan tapi susah dilakukan. Ibarat berjalan selalu ada karang  yang menghadang Angin badai menerpa, meruntuhkan kesadaran. Tapi yakinlah itu semua hanya kerikil tajam sandungan akan memperkokoh genggaman tangan dalam satu TUJUAN yakni menjadi penulis. 
MANFAAT MENULIS dengan HATI 

1. Lebih menyentuh pembaca

Tulisan yang dihasilkan dari luapan emosi, akan lebih menggugah pembaca. Sebaliknya tulisan yang datar, akan terasa membosankan.

Saat menulis, Anda tidak hanya memproduksi kata-kata, namun Anda tengah memproduksi rasa. Maka hadirkan perasaan dan emosi positif saat menulis. Instal dalam diri Anda emosi positif sehingga membanjiri diri Anda selama proses menulis. Emosi positif ini akan membimbing untuk terus menerus mengeluarkan kata-kata. Coba rasakan tulisan Anda yang terbimbing oleh emosi positif, pasti sangat berbeda dengan apabila tulisan terbimbing oleh emosi negatif. 

2. Cerita lebih nyata. 

Ketika kita sedang menulis sebuah novel sepenuh jiwa, maka tulisan tersebut akan memiliki nyawa dan seolah-olah bisa dirasakan secara nyata oleh pembaca. Bisa jadi penulis buku tersebut sangat menjiwai tulisannya.

3. Lebih mudah menyusun cerita. 

Ketika kita merasakan Writer Block. Tak ada ide menulis. Maka cobalah menulis dengan hati. Tulis semua yang ada di sekeliling kita, rasakan dengan indera kita. Tulis saja, tanpa mengindahkan kaidah penulisan. Tulis seolah kita berbicara. Menulislah dengan berbagi rasa lewat abjad, dan menyentuh hati pembaca lewat tulisan.

Bandingkan dua tulisan ini  Contoh menulis yang melibatkan hati dan yang tidak melibatkan hati 

  • Hari ini hujan turun dengan lebat. Budi sang penjual koran duduk kedingian di trotoar dengan menahan rasa lapar.  
  • Awan mendung terlihat menghitam, suara tetesan hujan semakin menderas. Sesekali terdengar cahaya kilat dan suara petir memekakkan telinga. Si budi kecil penjual koran, menggigil dalam beku. Matanya perih menahan tetesan hujan. Mulutnya membiru, seakan membeku. tangan dan kakinya kelu dan lunglai menahan lapar seharian. Tuhan berikan rezeki untuk bisa kumakan hari ini pintanya syahdu memandang awan kelabu.


Bahagia Menulis" Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset Yogyakarta"

 Resume Pertemuan ke- 20 KBMN PGRI Gelombang 32 Materi                          : Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT.Andi Offset ...